Kantor Dikes dan Empat Puskesmas di Kabupaten Bima Ditutup Sementara

Kantor Dikes Kabupaten Bima yang ditutup sementara menyusul Kepala Dikes setempat, dr. Ganis Kristianto yang terkonfirmasi positif Covid-19. Selain itu, ada empat Puskesmas juga ditutup sejak tanggal 22 September sampai dengan 8 Oktober 2020. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bima,  memutuskan untuk menutup sementara waktu Kantor Dinas Kesehatan (Dikes) dan empat Puskesmas di Kabupaten Bima.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bima, Rifai S.Sos MAP mengaku pihaknya menutup kantor Dikes dan empat Puskesmas menyusul Kepala Dikes dan sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) pada empat Puskesmas itu konfirmasi Covid-19.

Iklan

Lebih lanjut dikatakannya, kantor Dikes Kabupaten Bima yang berada di Kompleks kantor Bupati Bima yang berlokasi di Desa Penapali Kecamatan Woha mulai ditutup sejak tanggal 22 September sampai dengan 8 Oktober 2020. “Mulai hari ini ditutup sampai dengan 14 hari kedepan,” katanya, kepada Suara NTB, Selasa, 22 September 2020.

Sementara empat Puskesmas yang ditutup yakni, Puskesmas Woha, Belo, Ngali dan Palibelo. Pelayanan empat Puskesmas tersebut ditiadakan selama 14 hari kedepan. “Jadi 14 hari kedepan tidak ada pelayanan di empat Puskesmas ini,” ujarnya.

Rifai mengatakan penutupan sementara kantor Dikes dan empat Puskesmas tersebut, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan menyusul Kepala Dikes dan sejumlah Nakes konfirmasi Covid-19. “Selama penutupan kantor Dikes dan empat Puskesmas ini akan menyemprot disinfektan,” katanya.

Sementara untuk memutus penyebaran Covid-19, Ia mengaku pihaknya juga telah melakukan pelacakan kontak (tracking contact) terhadap pihak yang sempat berinteraksi dengan Kepala Dikes dan Nakes empat Puskesmas tersebut. “Sudah dilacak untuk dilakukan tes cepat (rapid test). Bahkan sebagiannya juga ada yang langsung di swab test,” katanya.

Oleh karena itu, Rifai menghimbau kepada orang yang merasa pernah kontak fisik dengan pasien terkonfirmasi Covid-19 agar melapor diri ke Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bima. “Kami harapkan segera melapor diri, sehingga bisa dilakukan pemeriksaan dan penanganan sesuai SOP Protokol kesehatan Covid-19,” harapnya. (uki)