Kantongi Sertifikat Pendidik, 19 Pelamar CPNS Belum Tentu Lulus

Baiq Nelly Kusumawati. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, mulai mengintegrasikan nilai seleksi kompetensi dasar dan seleksi kompetensi bidang calon pegawai negeri sipil di Lingkup Pemkot Mataram. Meskipun 19 pelamar telah mengantongi sertifikat pendidikan tentu dijamin lulus.

Kepala BKPSDM Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati menjelaskan, pelaksanaan SKB telah berakhir dengan tingkat partisipasi peserta mencapai 98 persen. Dua peserta, masing – masing satu orang didiskualifikasi karena terlambat. Satu peserta lainnya dijadwalkan ulang mengikuti SKB karena terkonfirmasi positif Covid-19. “Yang terlambat ini hari terakhir kemarin. Dia kira jadwal tesnya jam 4 sore. Padahal, kita sesi terakhir itu sampai jam 1 siang,” kata Nelly dikonfirmasi, Kamis, 24 September 2020.

Iklan

Seluruh formasi dipastikan terisi, kecuali tiga jabatan yakni dua formasi anestesy dan guru kelas. Tak terisinya tiga formasi tersebut bukan berarti tidak ada pelamarnya. Melainkan mereka tidak lulus nilai ambang batas seleksi kompetensi dasar. Formasi itu kembali diajukan ke Badan Kepegawaian Negara untuk kebutuhan pegawai tahun 2020. “Sudah kita usulkan dari 400 formasi kebutuhan tahun 2020 – 2021,” sebutnya.

Disampaikan Nelly, pihaknya mulai mengintegrasikan nilai SKD dan SKB. Hasil perhitungan akan divalidasi kembali oleh Badan Kepegawaian Negara. Adapun 19 pelamar yang memiliki sertifikat pendidik belum bisa dijamin lulus. Sertifikat pendidikannya akan diverifikasi kembali keabsahannya ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Belum tentu juga lulus. Walaupun memang yang punya serdik ini memiliki nilai sempurna. Sekarang tergantung hasil verifikasi,” terangnya.

Kepala Bidang Pengembangan Aparatur pada BKPSDM, H. Ahmad Muja menambahkan, sebenarnya banyak peserta yang melaporkan memiliki sertifikat pendidik. Tetapi serdik digunakan sebagai acuan adalah ketika mendaftar. Praktis penilaian serdik tidak bisa digunakan. “Sertifikat pendidik ke luar setelah mereka mendaftar. Acuan kita sesuai aturan saat mendaftar,” terangnya.

Pelamar yang memiliki serdik memiliki bobot nilai 60 persen. Nilai itu akan diintegrasikan dengan nilai SKD. Tetapi apabila nilai SKB lebih besar dari bobot serdik maka nilai SKB dijadikan acuan. “Makanya kita sarankan untuk ikut SKB walaupun mereka sudah punya serdik,” demikian Muja. (cem)