Kampus UIN Mataram Dirusak, Dosennya Dikeroyok

Seorang warga melihat serpihan kaca dan jendela yang berlubang akibat dirusak oknum, Minggu, 1 Maret 2020. Gedung baru Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram ini belum ditempati pihak rektorat untuk kegiatan kampus. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Puluhan oknum tidak bertanggung jawab diduga melakukan perusakan terhadap bangunan baru gedung kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Minggu, 1 Maret 2020 dini hari sekitar pukul 00.20 Wita. Beberapa kaca jendela dan pintu beserta beberapa fasilitas lainnya dirusak.

Biro Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Mataram, H. Subuh mengatakan, perusakan kampus UIN Mataram bermula setelah pihak PT Rajawali memutus kontrak 40 warga penjaga kampus UIN Mataram.

Iklan

“Setelah kontrak penjaga kampus UIN Mataram itu diputus oleh PT Rajawali, tepat pukul 00:00 Minggu malam, sontak ada kejadian aksi perusakan kampus,” katanya.

Dijelaskan Subuh, selama ini penjaga kampus UIN Mataram merupakan warga setempat. Padahal kata dia, setelah kontrak diputus oleh PT, pihaknya akan melakukan pelelangan terkait penjagaan kampus UIN Mataram.

Rencana pelelangan itu kata Subuh, bersama PT Rajawali dan UIN Mataram akan mengangkat sebagaian penjaga dari Jempong Baru, Karanganyar, dan Sekarbela.

Selama proses pembangunan Kampus UIN Mataram di Kelurahan Jempong Baru, rekrutmen petugas keamanan kampus UIN Mataram memang diangkat dari warga sekitar kampus. Kata Subuh, bukan UIN Mataram yang memutus kontrak.

“PT Rajawali yang memutus. Dan, kemudian kita akan mengangkat kembali. Sekarang kan proses lelang. Mungkin, karena warga ini merasa piringnya diambil orang, kelihatan mereka tidak mau orang luar yang menjaga kampus ini,” pungkasnya.

Akibat perusakan ini kata Subuh, seluruh jajaran akademika UIN Mataram sudah melakukan rapat koordinasi. Atas perusakan ini, pihaknya sudah melapor aksi perusakan ini ke aparat penegak hukum (APH) untuk diusut tuntas.

“Jadi gedung ini milik negara, apapun alasannya akan kami usut tuntas,” katanya.

Dia memprediksi ada sekitar 10 titik perusakan gedung UIN Mataram dengan kerugian sekitar Rp1 miliar. “Dari kejadian ini pula, salah satu dosen kita dipukul oleh oknum hingga mengalami luka di bagian kepalanya. Karena tak terima difoto, mereka mengeroyok yang sekaligus menjadi saksi atas kejadian ini,” katanya.

Berada di lokasi kejadian, Wakil Rektor III UIN Mataram, Dr. Hj. Nurul Yakin M.Pd mengatakan, puluhan oknum mendatanginya saat mengambil gambar atas aksi perusakan itu. Kata Nurul, beberapa oknum marah ketika difoto dan divideokan.

“Jadi, tepat di depan saya saat ambil foto dan video, mereka marah. Akhirnya dikejarlah saya.  Karena mereka kejar saya,  anak saya melindungi saya, dan turun dari mobil. Nah, anak sayalah yang dikeroyok,” katanya, Minggu, 1 Maret 2020. “Sudah dilaporkan ke polisi. Kita akan usut tuntas,” pungkas Nurul.

Kabag Ops Polres Mataram, Kompol Taufik, menghimbau kepada para pelaku perusakan untuk segera menyerahkan diri kepada aparat kepolisian. “Kami melakukan imbauan kepada pelaku agar menyerahkan diri. Aparat kepolisian sudah tahu siapa dalang di balik aksi penyerangan ini,” ujar Taufik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun aparat kepolisian, penyerangan terjadi karena negosiasi para pekerja dengan pihak kampus buntu.

“Jadi terindikasi melalui Babin melalui Kapolsek bahwa ini sebenarnya kemarin sudah dilakukan pertemuan – pertemuan namun belum ada titik temu. Ini belum selesai sudah muncul insiden seperti ini,” ujarnya sambil menduga penyerangan dilakukan oleh warga sekitar kampus. “Informasi dari Babin kami dari belakang warga sekitar kampus,” ungkapnya. (viq/dys)