Kampung KB Desa Tumbuh Mulia Diharapkan Berkembang Lebih Baik

Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Lalu Makripuddin saat memberikan sambutan di acara sosialisasi.

KEBERADAAN Kampung KB yang dibentuk oleh Perwakilan BKKBN NTB terus menunjukkan eksistensinya. Pasalnya, dari 140 Kampung KB yang sudah dibentuk di NTB, rata-rata sudah berjalan sebagaimana yang diharapkan. Termasuk Kampung KB Desa Tumbuh Mulia diharapkan berkembang menjadi lebih baik.

Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M.Si, mengatakan bahwa Kampung KB di Desa Tumbuh Mulia Kecamatan Suralaga, Lombok Timur terdapat beberapa kemajuan yang sudah dicapai dibidang penggarapan kampung KB. Hal itu terwujud berkat keterlibatan lintas sektor. Seperti aktifnya pengembangan Pusat Informasi Konsultasi Remaja (PIKR), Hadroh serta sejumlah kegiatan-kegiatan keremajaan lainnya. “Kita melihat Kampung KB di Desa Tumbuh Mulia cukup aktif,” ungkapnya, Sabtu (10/11) lalu.

Iklan

Hanya saja, kedepan yang perlu dibenahi yakni jambanisasi. Berdasarkan laporan dari kepala desa, kata Makripuddin, masih banyak terdapat masyarakat setempat yang membuang air sembarangan serta masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni. Untuk di bidang KB, dilihat kepesertaan KB-nya terus mengalami peningkatan. Sehingga Kampung KB yang terdapat di Desa Tumbuh Mulia terus berkembang menjadi lebih baik. Disebutkannya, jumlah Kampung KB di NTB sebanyak 140 Kampung KB. Sehingga Kampung KB yang sudah dibentuk itu saat ini satu persatu dikunjungi bersama Komisi IV DPR RI untuk dilakukan pembinaan serta memastikan sejauhmana tingkat keaktifan dari Kampung KB tersebut. Menurutnya, keberadaan Kampung KB sangat penting ditengah-tengah upaya peningkatan sosialisasi pendewasaan usia perkawinan, yakni 21 tahun bagi perempuan dan usia 25 tahun bagi laki-laki.

Sementara, Ketua Panitia Program Kampung KB, Samsul Anam,M.PH, mengungkapkan tujuan dibentuknya Kampung KB untuk memperkuat desa-desa dari pinggiran dan merupakan program dari Presiden. Melalui kampung KB diharapkan sumber daya manusia dibangun dan diharapkan menjadi masyarakat yang disiplin dan menjadi etos kerja yang baik sehingga masyarakat lebih sejahtera. Kegiatan sosialisasi dilakukan agar masyarakat di Desa Tumbuh Mulia memahami dan berpartisipasi aktif terhadap segala kegiatan di Kampung KB. Pokja kampung KB memahami kerjanya, dan melakukan koordinasi dengan lintas sektor.

Direktur Lini Lapangan BKKBN Pusat, Drs. Wahidin, M.Kes, menyebutkan, Indonesia pernah menjadi paling hebat dalam melaksanakan program kampung KB. Sehingga inilah yang akan dibangkitkan kembali dengan kemasan yang lebih menarik lagi. Bahkan saat ini beberapa negara sudah tertarik untuk belajar tentang Kampung KB ke Indonesia, termasuk ke depannya ke Provinsi NTB. Maka dari itulah, ia meminta agar setiap kabupaten dan provinsi memililki kampung KB unggulan. Disampaikannya, tujuan kampung KB yakni dalam rangka meningkatkan kualitas hidup manusia. Pertama ukurannya yakni aspek kesehatan dengan indikatornya umur harapan hidup dapat tercapai. Hal itu dikarenakan usia perkawinan anak.”Maka dari itu, ia berharap pernikahan anak menjadi penting untuk dituntaskan. Salah satunya melalui sekolah,” katanya. Wakil Ketua Komisi IX, DPR RI, Hj. Ermalena, MHS mengapresiasi sikap dari pemerintah desa setempat yang mengumumkan jumlah anggaran desa setempat. Pada kesempatan itu, ia mengungkapkan membangun desa bukan perkara mudah. Termasuk membangun kampung KB. Anggota DPR RI Dapil NTB ini mengingatkan kepada masyarakat untuk masuk dalam kepesertaan BPJS Kesehatan. Sehingga saat masyarakat sakit, tanggungan pengobatannya ditangani oleh pemerintah. “Kepada masyarakat ketika ada rumah sakit meminta pembayaran kepada masyarakat sementara ia masuk dalam kepesertaan BPJS, maka hal tersebut secepatnya untuk dilaporkan. Saya berharap Desa Tumbuh mulia dapat menjadi contoh pelaksanaan Kampung KB,”ujarnya. (yon/*)