Kampung Bebas Sampah Ala Masyarakat Sesela

Pemdes Sesela bersama karang taruna serta masyarakat setempat membuat kampung bebas sampah dengan membuat bank sampah konsep edukasi taman belajar. (Suara NTB/her)

Beragam upaya dilakukan pemerintah baik tingkat kabupaten hingga desa untuk hidup bersih bebas dari sampah dan dalam rangka mendukung program zero waste yang dicanangkan oleh Pemprov NTB. Seperti Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Sesela Kecamatan Gunungsari. Atas kesadaran dan swadaya warga setempat membuat kampung bebas sampah.

KAMPUNG bebas sampah ini diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari melukis mural di tembok rumah, jalan dan gang-gang yang berisi pesan moral dan ajakan bagi masyarakat agar hidup bersih. Warga juga membuat bank sampah dengan konsep edukasi taman sampah. Bank sampah ini juga diisi dengan kegiatan belajar bahas asing bagi kalangan anak-anak setempat.

Iklan

Melalui cara ini, pihak desa beserta karang taruna dan dusun ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa tidak selamanya sampah itu menyangkut kotoran, akan tetapi bisa disulap menjadi tempat rekreasi. Warga juga mengolah sampah menjadi kerajinan. Selain mengubah pola pikir warga, pihak desa juga melakukan penanganan sampah menggunakan peralatan dan inovasi biopori.

Kepala Desa Sesela H. Abu Bakar mengatakan program kampung bebas sampah dilakukan atas inisiatif desa bersama dusun dan karang taruna yang didukung oleh warga. “Jadi kami secara swadaya menggagas kampung bebas sampah. Kami ngecat tembok, buat Bank sampah, dan berbagai kegiatan lain terkait penanganan sampah,” jelas dia.

Abu Bakar menerangkan, pihaknya menginisiasi kampung bebas sampah karena masalah sampah di TPA setempat menggunung. Kalau hal ini dibiarkan maka menjadi persoalan terus menerus di desa setempat. Langkah pertama dimulai dari rumah tangga masing-masing. Pihaknya menyampaikan  sosialiasi dengan door to door dan melalui lukisan mural berisi pesan moral tentang seputaran sampah dan ajakan hidup bersih. Hal ini secara pelan-pelan dilakukan, sembari menyiapkan perangkat pengolahan hingga dilakukan penghentian pembuangan sampah di TPA.

Sejauh ini kampung bebas sampah dipaksakan di empat dusun yakni Barat Kubur, Muhajirin, Dusun Dasan dan Sesela Kebon Indah. Pemuda menginisiasi lukisan mural di tembok atas biaya swadaya. Selain pesan melalui lukisan, dilakukan juga upaya penanganan sampah melalui pembuatan bank sampah untuk menghilangkan pembuangan sampah. Pihaknya menerapkan tiga hal yakni penanganan sampah organik dibuat menjadi padat, cair dan biopori.

Sejauh ini ada empat bank sampah sudah dibuat, bahkan yang kapasitas 150 KK melalui model mekanisme penanganan. Untuk sampah plastik ada yang dijual dan dibuat kerajinan berupa tikar dan cinderamata. Di bank sampah ini dibuat konsep seperti taman dengan menyiapkan taman belajar bagi anak-anak. “Kita isi kegiatan belajar bahasa Inggris di bank sampah,”jelas dia.

Adanya bank sampah konsep edukasi ini sudah mulai mengubah pola pikir warga, sebab warga tidak lagi menyebut bank sampah untuk membuang sampah, namun mereka mulai menyebut taman buang sampah. Saat ini pengangkutan sampah masih aktif. Akan tetapi pemilahan sampah di rumah tangga mulai diterapkan dengan menyiapkan keranjang sampah. Kendala yang dihadapi, terlihat insfratruktur pengolahan sampah.

Selain itu, kesadaran masyarakat tentang pengolahannya sampah minim. Karena masih terbiasa Instans yakni membuang sampah. Pihaknya tahun ini menganggarkan melalui DD untuk pengadaan peralatan pengolahan sampah.

Kepala Dusun Mujahirin Mus Mulyadi menambahkan pihaknya mendukung upaya kampung bebas sampah. Upaya yang dilakukan masih swadaya karena belum ada bantuan dari pemerintah. Pihaknya pun turun ke warga untuk memberi pemahaman. “Sudah ada kesadaran masyarakat tentang pilah sampah,” ujar dia. (her)