Kalender Event Pariwisata KLU, Upaya Promosi Datangkan Wisatawan Jelang WSBK

Event Mandi Safar di Gili Meno diikuti ratusan masyarakat dan wisatawan. Tampak masyarakat mengangkat Wabup KLU Danny Karter Febrianto Ridawan untuk ikut Mandi Safar bersama. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama sejumlah lembaga mitra seperti BPPD KLU, PHRI Korwil KLU, Asosiasi Hotel Gili secara resmi membuka kalender event yang semuanya berlaku di bulan Oktober ini. Acara perdana dimulai dengan Mandi Safar – Rebo Bontong di Gili Meno.

Setiap tahunnya, Mandi Safar, atau ritual pensucian pada hati Rabu terakhir di bulan Safar (bulan Islam), digelar di 3 Gili – secara bergantian. Rabu, 6 Oktober 2021, giliran Gili Meno yang menjadi lokasi hajatan.

Iklan

Mandi Safar masuk dalam Kalender Even Pemda KLU bertajuk Jalaran Mapagin MotoGP 2022. Hingga akhir Oktober mendatang, ritual adat budaya dapat disaksikan oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Antara lain, Menyunat (Sunatan Massal) di Medana digelar 11 Oktober, Maulid Adat di Masjid Kuno Bayan – 15 Oktober, HK Endurance Challenge di Gili Air – 17 Oktober, Meroah Bangaran di Bayan – 18 Oktober, dan terakhir Ruwat Bumi atau Ngasih Gumi, di Desa Sokong – 24-25 Oktober.

“Jalaran Mapagin adalah prototipe kerjasama stakeholder dengan pemerintah daerah. Kita tidak melulu atau bergantung dengan adanya APBD, asal ada kemauan, lepas ego, lepas baju politik, maka banyak hal yang bisa kita perbuat bersama-sama,” kata Ketua Gili Hotel Association (GHA), Lalu Kusnawan, Rabu, 6 Oktober 2021.

Selaku Korwil PHRI Lombok Utara, ia menginisiasi agenda budaya di sejumlah desa itu melalui kalender even hulan Oktober. Tentunya, Kusnawan berharap, kalender event lain bulan November – Desember hingga tahun 2022 mendatang, dapat dikonsep dengan mengedepankan kontinyuitas dan acara-acara adat yang dapat dipertontonkan kepada wisatawan.

“Selain menghadirkan tamu, acara ini juga memancing long stay wisatawan di penginapan yang ada di kelompok masyarakat,” imbuhnya.

Pada Mandi Safar itu, Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan, ST. M.Eng., mengapresiasi melihat antusiasme masyarakat dalam gelaran Mandi Safar. Hal ini menunjukkan semangat masyarakat untuk memulihkan pariwisata pascagempa dan dari dampak Covid cukup besar. Maka, tidak ada alasan bagi Pemda tidak mendukung inisiatif kalender event para pengusaha dan Dispar.

“Kunci daripada pemulihan ekonomi ini bagaimana kita bisa menanggulangi penyebaran Covid, dan bergerak bersama. Kegiatan WSBK di KEK Mandalika tidak lama lagi. Fokus kita adalah menarik wisatawan sebanyak-banyaknya,” ajak Wabup.

Mandi Safar dan agenda budaya lanjutan pinta Wabup, harus dikemas menarik agar memberi kesan positif. Sebisa mungkin, kalender event tahun 2022 mendatang ditunggu dan menjadi magnet datangnya lebih banyak tamu dari Eropa, Amerika dan benua-benua lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Yusron Hadi, tegas mendukung kalender event di KLU. Mandi Safar yang banyak diikuti masyarakat, akan memberi kesan positif bahwa pariwisata 3 Gili sudah siap menerima wisatawan.

“Di Lobar sudah, sekarang di KLU. Kita harap daerah lain juga gelar kegiatan seperti ini. Sesungguhnya ini titik balik sebelum dilaksanakan motor bike,” ucap Yusron.

Sementara, Plt Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Ainal Yakin, S.Pd., menyatakan kalender event diharapkan memberi dampak promosi dan hadirnya tamu pariwisata ke NTB, khususnya KLU. Ia meyakini, budaya di Lombok Utara sangat diminati wisatawan mancanegara. Sehingga sebisa mungkin, masyarakat harus mempersiapkan diri menyambut hadirnya ratusan bahkan ribuan tamu di masa yang akan datang. “Ini langkah awal, kegiatan seperti ini menjadi pintu gerbang dibukanya pariwisata kita,” imbuh Ainal. (ari)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional