Kalah di PTUN Lawan Kepsek, Pemkab Bima Tunggu Hasil Resmi

Bima (Suara NTB) – Bupati Bima melalui Kabag Humas dan Protokol (Humaspro) Setda Pemkab Bima, Armin Farid, S. Sos, Jumat, 3 Maret 2017 mengatakan, pihaknya masih menunggu pemberitahuan putusan secara resmi dari PTUN Mataram, perihal kekalahan pemkab pada sidang PTUN Mataram melawan mantan Kepala Sekolah di Bima.

“Jika sudah ada, tim hukum akan melakukan kajian mendalam atas putusan PTUN ini. Untuk melakukan langkah hukum selanjutnya,” kata Farid.

Iklan

Berdasarkan informasi yang diterima dari tim hukum pemerintah, Farid mengatakan, penggugat  Bupati Bima sebanyak lima orang mantan Kepsek, masing-masing  Drs. Hamka, M.Pd, Yusuf, SE, Abdul Faid, S.Pd, Drs. Mansyur, M.Pd dan Suratman, SH.

“Yang jelas hanya lima orang, bukan 16 orang mantan Kepsek yang melakukan gugatan,” katanya.

Diakuinya, dari lima penggugat tersebut, hanya petitum gugatan Drs. Hamka, M.Pd  yang dikabulkan hakim. Itupun, lanjutnya, hanya sebatas pernyataan pembatalan SK tergugat dan perintah untuk mencabut SK.

“Sementara empat penggugat lainnya tidak dikabulkan atau ditolak oleh PTUN. Karena tidak memiliki legal standing untuk tampil sebagai penggugat dalam sengketa ini,” ujarnya.

Terkait putusan itu, tidak mempunyai makna secara hukum atau tidak mempunyai akibat hukum. Walaupun objek sengketa dibatalkan dan dicabut, karena tidak akan berpengaruh terhadap kedudukan penggugat yang menginginkan kembali posisinya sebagai kepala sekolah.

“Karena Gubernur telah mengukuhkan kepala SMA dan SMK di seluruh wilayah NTB, termasuk di kabupaten Bima,” terangnya.

Bupati Bima yang juga sebagai pejabat pembina kepegawaian dalam lingkup Pemkab Bima memiliki wewenang atribusi untuk melakukan pengangkatan, perpindahan aparatur sipil Negara (ASN) sampai ada penyerahan pada Gubernur yang terhitung sejak 1 Oktober 2016.

“Jadi intinya mutasi yang dilakukan pada 29 September 2016 masih berdasarkan kewenangan dan sah menurut hukum,” jelasnya

PTUN Mataram memenangkan gugatan yang diajukan Hamka M.Pd. Mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 7 Bima yang dimutasi jadi guru biasa, oleh Bupati Bima,  Hj. Indah Dhamayanti bulan Sepetember 2016 lalu. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here