Kaki Tangan Bandar Gagal Edarkan 107 Gram Sabu

Polda NTB mengeledah rumah jaringan pengedar narkoba, GD (duduk) yang ditangkap saat hendak menyerahkan sabu 107 gram ke pembeli di Pohgading, Pringgabaya, Lombok Timur Senin, 13 September 2021.(Suara NTB/Ditresnarkoba Polda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB menangkap jaringan peredaran narkoba Lombok Timur. Kaki tangan bandar berinisial MA alias GD (47) dipergoki saat sedang bertransaksi. Penjualan sabu 107 gram kepada pembeli ini gagal. “Sudah kita buru dia selama seminggu,” ucap Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Selasa, 14 September 2021. GD ditangkap di Pohgading, Pringgabaya, Lombok Timur, Senin, 13 September 2021.

GD memilih bertransaksi di dekat rumahnya. Seperti kesepakatannya dengan pembeli. Tetapi pembeli belum datang, polisi sudah menyergap. Disita barang bukti ponsel dan uang tunai Rp950 ribu. “Sabunya 107 gram,” kata Helmi. Dia menambahkan, GD ini merupakan jaringan yang sudah lama beroperasi mengedarkan sabu di wilayah Lombok Timur. Dari hasil penyelidikan, GD kerap mengedarkan sabu dalam jumlah besar.

Iklan

Pelaku ini memiliki jaringan lagi di atasnya. Yang diduga memiliki sabu dalam jumlah yang lebih besar. “Ini terus kita kembangkan. Belum berhenti sampai di dia,” sebut Helmi. Setelah diinterogasi, GD akhirnya menyebutkan beberapa nama yang masih ditelusuri lagi kebenaran pengakuannya. Informasi ini dijadikan bahan untuk pengembangan kasus. “Tunggu saja, kalaupun lari pasti bisa kita dapatkan jaringannya,” tegas Helmi.

Pelaku GD sudah diamankan di sel tahanan Ditresnarkoba Polda NTB dengan sangkaan pasal 112 dan atau 114 UU RI No35/2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya minimal empat tahun penjara dan maksimal seumur hidup atau 20 tahun. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional