Kakek Cabul Dihukum 6 Tahun Penjara

Mataram (Suara NTB) – Kakek berumur 62 tahun, Misbah alias Sebah akan menghabiskan masa tuanya di dalam penjara. Ia terbukti mencabuli keponakannya yang masih berumur 5 tahun. Hakim menghukum terdakwa 5 tahun penjara.

Sebah tampak layu di hadapan majelis hakim yang diketuai Albert Usada dalam sidangn di Pengadilan Negeri Mataram, Selasa, 30 Mei 2017. Ia pasrah saja mendengar ketukan palu hakim yang menghukumnya hari itu.

Iklan

Majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara 6 tahun terhadap Sebah. Juga menghukum terdakwa dengan denda Rp 60 juta.

“Terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul,” kata Usada.

Putusan itu berdasarkan ancaman yang disebutkan dalam Pasal 76E jo Pasal 82 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Jaksa Baiq Nurul Hidayati menuntut terdakwa untuk dihukum delapan tahun penjara. Majelis hakim berpendapat, pidana dikurangi dua tahun dari tuntutan karena terdakwa bersikap baik selama persidangan.

Serta sebelumnya terdakwa belum pernah dihukum. Terdakwa juga mengakui perbuatannya.

Sebah, pada Sabtu (14/2) lalu mencabuli keponakannya di rumahnya di Kecamatan Batulayar, Lombok Barat.

Korbannya, yang tak lain keponakannya sendiri sepulang sekolah diajak masuk ke kamar terdakwa. Korban yang tertidur seusai menonton televisi digerayangi terdakwa.

Sebah yang sudah berumur itu dengan bejat mencabuli keponakannya. Setelah berbuat, Sebah mengancam korban untuk tidak bercerita kepada siapapun. Imbalannya, makanan ringan seharga Rp 500.

Kini, paman korban itu akan menghabiskan hari tua di penjara. Sementara korban dalam perawatan bibinya. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here