Kak Seto Hibur Korban Banjir di Pengungsian

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Seto Mulyadi atau Kak Seto, akrabnya dipanggil, datang bersama rombongan Kementerian Sosial RI, menyambangi anak anak yang terdampak banjir yang berada  di pengungsian. Bersama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, dia membangun pondok ceria anak.

“Kita membangun pondok ceria anak, kerjasama Kemensos. Tujuaanya memulihkan kondisi kejiwaan anak. Mereka perlu dibangkitkan kembali semangatnya. Boleh sedih berduka, tetapi tidak usah lama – lama. Bangkit kembali dan menangani permasalahan,” terang Kak Seto, Ketua Komnas Perlindungan Anak di pengungsian kroban banjir di Karang Cemes, Rabu, 15 Februari 2017.

Iklan

Diharapkan anak anak ini dapat bersekolah kembali, menata lingkungan dan tetap bersahabat dengan bencana. Sehingga nantinya ketika kembali terjadi bencana banjir, muncul kewaspadaan sehingga korban dapat diminimalisir.

“Intinya, anak – anak ini harus kembali ke dunia mereka bermain, bernyanyi, menggambar, mendengarkan dongeng menciptakan kerajinan tangan dan lainnya. Anak anak ini sangat sensitif sehingga harus segera dikembalikan ke dunia mereka. Kalau ada kegoncangan psikologis yang dihadapai anak – anak, maka harus didampingi psikiater agar kondisinya normal,” pungkas Kak Seto.

Data sementara sebagian warga yang terdampak banjir mengalami sakit khususnya bayi 859 jiwa, balita 3.579 jiwa, lansia 2.293 jiwa dan ibu hamil 392 jiwa. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here