Kajati Baru Ingin TP4D Lebih Berbobot

Kajati NTB, Arif (Suara NTB/ars)

Kajati NTB yang baru, Arif, SH,MM mulai melakukan evaluasi kinerja jajarannya. Salah satunya terkait program Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), didorong lebih selektif melakukan pendampingan dan kedepankan profesionalisme.

‘’Saya memantau. Mereka sedang melaksakana kegiatan rutin,’’ kata Kajati Jumat, 18 Januari 2019.

Iklan

TP4D disarankannya lebih profesional dan berbobot dalam pendampingan proyek pemerintah. Tim itu juga disarankan memilih milih objek pendampingan.  ‘’Lebih selektif lah, paling tidak saya inginkan yang Rp5 miliar ke ataslah. Nah yang  di bawah itu, yang kecil kecil beri ke Kejari Kejari saja,’’  sarannya terkait poin evaluasi.

Diingatkan juga agar TP4D lebih profesional dalam menjalankan tugas. Hanya fokus pada urusan yuridis formal atau berkaitan dengan konteks hukum. Dengan kata lain, kata Kajati, tidak mencampuri urusan teknis, seperti spesifikasi proyek sampai urusan nilai pembayaran.  ‘’Biarkan kalau  masalah teknis itu menjadi urusan mereka (kontraktor dan pemerintah, red),’’ katanya mengingatkan.

Bagaimana dengan kasus tindak pidana korupsi? Menurut Kajati, sedang dalam proses evaluasi. Lima hari baginya belum cukup untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Tapi setidaknya ia mengaku sudah punya gambaran kasus apa saja yang prioritas dievaluasi.

Ketika disinggung soal kasus merger PT. BPR dan dugaan pembobolan Bank NTB, Kajati enggan menjelaskan. “Pokoknya nanti, ada lah. Pasti itu masuk (evaluasi, red),’’ ujarnya memberi gambaran. (ars)