Kadistanbun NTB Ungkap Keberhasilan Industrialisasi Benih di Narmada

0
Kadistanbun NTB, Muhammad Riadi melakukan simulasi pengembangbiakan bibit terong. (redaksi)

Mataram – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB mengapresiasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sidemen yang berhasil mengembangkan binsis benih.

Sukses ini disebut sebagai kemandirian petani dalam mengembangkan industrialisasi bidang pertanian ditingkat hulu. “Inilah yang disebut dengan industri hulu melalui program pengembangan benih,” kata Kadistanbun Provinsi NTB, Muhammad Riadi.

IKLAN

Bibit yang dikembangkan Gapoktan itu adalah tanaman hortikultura empat jenis, Terong, Cabai, Tomat dan Mentimun.

Proses pengembangbiakan dan pemasaran pun lancar, karena bermitra dengan PT. Bisi Internasional. Sebuah perusahaan yang salah satu bidang usahanya benih, dengan jaringan dunia. Sehingga suplai bibit dan serapan hasil dari para petani lebih mudah.

Gapoktan tersebut bergerak secara mandiri, memanfaatkan skill dimiliki dengan teknologi horti yang sudah dikuasai.

Disaksikannya langsung, Gapoktan Sidemen bisa kawinkan sel jantan dengan sel betina di atas lahan yang tidak terlalu luas. Namun hasilnya jauh lebih maksimal dan menguntungkan.

Ketua kelompok tani bernama H. Ipansyah dan anggota lainnya adalah purna Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Mereka enggan kembali menjadi tenaga kerja luar negeri karena merasa sudah sejahtera dengan industri mikro bidang pertanian tersebut.

Keuntungan Gapoktan dirasakannya langsung. Dari satu biji terong yang hanya dijual Rp 1000, bisa menghasilkan lebih dari itu. Dari 20 kilogram terong, bisa hasilkan 1 kilogram benih terong. Satu kilogram ini pendapatan petani bisa sampai Rp 400.000.

Gapoktan tersebut menerapkan skema Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP). Kebutuhan pupuk dan lainnya bisa ijon dari kelembagaan tersebut dan dibayar lunas setelah masa produksi atau panen, sehingga hasilnya saling menguntungkan.

Sementara Distabnun akan memfasilitasi pembuatan solar dome untuk penjemuran. Sehigga saat menjemur benih nanti tidak tergantung pada cuaca. (tim)