Kadis Nakeswan Dompu Bantah Tuduhan Pencurian Listrik

Dompu (Suara NTB) – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu, Drs. H. Gaziamasyuri, MAP menyebutkan, pembesaran daya dan penyambungan langsung listrik tanpa alat ukur hasil temuan tim gabungan PLN, bukan dilakukan pihaknya, melainkan oknum kontaraktor proyek pembangunan gedung baru Disnakeswan. Pihaknya juga tak pernah merekomendasikan untuk dilakukan pembesaran daya tersebut.

Karenanya, tanggungjawab penuh untuk pembayaran denda atas dugaan pencurian aliran listrik itu akan ditanggung pihak kontraktor sendiri. Merekapun (Kontraktor-red) telah mengakui dan bersedia membayar denda senilai Rp 34 juta sebagai konsekuensi tindakannya itu.

Iklan

Sementara itu, terkait akan adanya upaya pembayaran bersama antara Disnakeswan dan kontraktor, ia mengatakan, Disnakeswan jelas tidak ingin terlibat apalagi harus membayar dendanya. “Mereka kontraktor sih yang membayar. Kalau dinas mana punya uang untuk itu, kan ndak bisa dianggarkan. Itu juga tidak kita tahu, kalau kita tahu sudah kita hentikan,” jelasnya saat dikonfirmasi Suara NTB di Dompu, Selasa, 29 November 2016.

Sebelum adanya temuan tersebut, Pihaknya pernah mengingatkan penjaga kantornya untuk tidak boros menggunakan daya listrik, tapi pengakuan penjaga tersebut bahwa pembayaran listrik per bulan akan dilakukan fifty-fifty antara kontraktor dan Disnakeswan.

Berdasarkan keterangan PLN setelah pemanggilan pegawainya beberapa waktu lalu, aliran listrik untuk Disnakeswan sementara ini dipadamkan. Kemungkinan akan normal kembali ketika dilakukan pembayaran dimuka 25 persen dari total denda yang diminta. “PLN memberi keringanan untuk angsur dulu 25 persen, itu delapan juta. Sekarang sudah dipadam, kilometernya juga sudah dibawa kok,” ujarnya.

Diakui pihaknya, karena kasus tersebut kelanjutan pembangunan proyek gedung menjadi terhambat, alternatif sementara yakni menggunakan jenset. Selain itupihaknya juga berkomintmen untuk tidak menghubungkan persoalan ini dengan pekerjaan gedung karena dikhawatirkan akan menjadi alasan kontraktor. Terkait oknum kontraktor yang melakukan hal tersebut, sampai saat ini belum diketahui pihaknya. “Saya tidak tahu persis mereka yang memindahkan kilometer itu,” pungkasnya. (jun)

  Banjir Bandang Terjang Puluhan Rumah di Monta Baru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here