Kadis Kesehatan NTB Tanggapi Kasus Tridevi dan Riyan

Mataram (suarantb.com) – Kasus yang dialami bayi yang diduga menderita tumor, Tridevi dimana ia mengalami kesulitan mendapatkan pengobatan di RSUP NTB. Diakui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Nurhandini Eka Dewi tidak bisa dikaitkan dengan lemahnya pelayanan kesehatan di NTB.

Menurutnya, Tridevi tidak ditolak oleh pihak RSUP, melainkan hanya tidak dilayani sebagai pasien BPJS. Demikian disampaikannya saat ditemui di Hotel Sheraton, Jumat, 18 November 2016.

Iklan

“Setau saya bukan ditolak, jadi dia tetap dilayani tapi bukan sebagai pasien BPJS. Karena kelengkapan administrasi tidak ada, jadi diarahkan sesuai dengan apa yang dimiliki. Kalau punya BPJS ya dilayani sebagai pasien BPJS, kalau tidak ada ya dilayani sebagai pasien umum. Keliatannya itu keberatannya disana, jadi bukan ditolak,” ujarnya.

Untuk selanjutnya, Eka menjelaskan rumah sakit seharusnya berkoordinasi dengan pemerintah Lombok Barat. Karena biasanya kabupaten punya dana-dana cadangan untuk urusan seperti itu. Cuma karena di awal tidak ada BPJS, jadi Tridevi  hanya bisa dilayani sebagai pasien umum.

Menurut Eka, 50 persen lebih penduduk NTB sudah mempunyai kartu BPJS. Ini jauh melebihi jumlah penduduk miskin di NTB yang hanya 13 persen. Jadi seharusnya seluruh masyarakat miskin di NTB sudah tercover BPJS. “Masalahnya sekarang, apa yang mendapat kartu BPJS itu sudah tepat sasaran atau tidak,” imbuhnya.

“Seharusnya, kalau masyarakat menemukan kasus ada penerima BPJS tapi dia bukan dari kalangan miskin segera melapor ke kepala desa atau kelurahan. Biar bisa digantikan dengan benar-benar membutuhkan,” lanjutnya.

Disinggung tentang kasus anak lainnya, yakni Riyan, bocah asal Lombok Timur. Eka mengaku belum mendapat laporan mengenai itu. Ketika ditunjukkan foto dari Riyan, Eka memperkirakan Riyan menderita lumpuh otak. Dan hanya bisa ditangani dengan terapi agar ia bisa duduk dan berjalan sendiri. Tidak bisa diobati seperti penyakit pada umumnya.

  Masyarakat Sayangkan RS Swasta Putuskan Kerjasama dengan BPJS

” Nanti akan saya hubungi Kadiskes Lotim. Kalau memang kasusnya demikian, orang tuanya tidak punya biaya,” tambahnya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here