Kadis DPK NTB : Arsip Jadi Urusan Dunia dan Akhirat

Julmansyah (Foto : redaksi)

Mataram  – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB Julmansyah, M.Ap merepresentasikan dua malaikat Raqib dan Atid sebagai “petugas arsip” yang diutus Allah SWT untuk mencatat amal baik dan amal buruk manusia.

Artinya, kata dia, dalam pandangan Ketuhanan, perbuatan baik maupun buruk manusia sebagai arsip yang harus dicatat untuk dihisab.

Iklan

Itu menunjukkan, dalam urusan kearsipan, sangat erat kaitannya dengan urusan dunia dan akhirat. Julmansyah mencontohkan, tokoh tokoh NTB dan tokoh nasional yang sudah meninggal, akan bisa dibuktikan dedikasi dan segala prestasinya jika ada arsip.

“Seseorang tidak bisa begitusaja mengklaim si A ini tokoh hebat, si B tokoh nasional hanya lewat lisan. Beda kalau ada arsipnya,” tegas Julmansyah, menjelaskan pentingnya dokumen apapun untuk arsip.

Ia mencontohkan dalam urusan paling bawah di tingkat desa. Kepala desa sebagai pengelola anggaran posisinya sebagai pencipta arsip.

“Kita punya 1.005 desa di NTB. Mereka semua ini hasilkan arsip. Bisa dibayangkan, jika sense terhadap arsip tidak baik, maka kedepannya akan susah,” tandas Julmansyah.

Maka harus ada pengetahuan tentang bagaimana mengelola arsip dengan benar. Baik untuk kategori arsip aktif, arsip statis maupun arsip dinamis.

Pada level lebih tinggi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemprov NTB ada 42 organisasi.

Selama ini, ia melihat OPD belum tahu dan belum punya pemahaman tentang record center.

“Apa yang terjadi?, sekarang arispnya dikarungin, tidak tahu ditaruh di sana atau di sini. Jadi rusak,” jelasnya.

Padahal dari segi pengetahuan, arsip harus punya retensi. Artinya punya rentang waktu untuk dipertahankan atau dimusnahkan. Hanya saja, tidak semua Kepala OPD punya sense terhadap arsip.

“Padahal Tuhan mengutus dua malaikat untuk arsip kebaikan dan keburukan manusia. Di mata tuhan saja, arsip punya posisi strategis, apalagi di mata manusia,” tegasnya. (tim)

Advertisement