Kadin NTB Termotivasi Program Shrimp Estate dan Lobster Estate

H. Faurani. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi NTB  sangat antusias menyambut keseriusan pemerintah untuk mewujudkan pusat budidaya udang dan lobster (shrimp estate dan lobster estate) di Provinsi NTB. Program strategis nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) ini berpotensi akan cukup kuat menggerakkan perekonomian khususnya di daerah ini.

Diketahui, KKP menyediakan anggaran hampir Rp5 triliun untuk mewujudkan program shrimp estate di Sumbawa dan lobster estate di Lombok. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bahkan secara terbuka menyampaikan investasi besar pemerintah ini. Ketua KADIN Provinsi NTB, H. Faurani, SE, MBA, kepada Suara NTB, Selasa, 7 September 2021 menyebut ikut bergembira, ada komitmen pemerintah menjadikan NTB sebagai pusat budidaya udang dan lobster terbesar di Indonesia.

Iklan

H. Faurani mewakili pengusaha lokal di NTB sebelumnya beberapa kali ingin melakukan audiensi langsung dengan Menteri Kelautan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, membahas tentang shrimp estate dan lobster estate ini. “Saya pernah khusus mau temui pak Menteri KKP di Jakarta, dalam sebuah acara saya kejar. Bahkan sampai ke Bali khusus mau temui. Tapi belum bisa ketemu langsung,” katanya.

Melalui jaringan Kadin, sebetulnya tidak mudah berkoordinasi langsung dengan pejabat-pejabat negara, terutama kementerian. Faurani mengatakan, Kadin ingin turut mendorong program shrimp estate dan lobster estate ini harus terealisasi. Mengapa Kadin NTB sangat termotivasi? Bagi H. Faurani, selama ini kita lupa, bahwa kekuatan atau tulang punggung perekonomian itu tanpa disadari ada di sektor-sektor cenderung tidak membuat pengusaha cukup tertarik.

Pengusaha lebih cenderung ingin berinvestasi pada sektor – sektor yang sekala usahanya besar. Saat kondisi pandemi seperti ini, justru sektor – sektor dimaksudlah yang cukup membantu dan tetap eksis. “Lihat saja Bali, di tengah pandemi Covid-19 nyaris ambruk. Karena gelombang investasinya menyasar usaha usaha yang dianggap bergengsi,” ujarnya.

Sementara di sektor pertanian dalam arti luas, mencakup kelautan perikanan, boleh dibilang tidak terlalu signifikan dampaknya karena pandemi. NTB memiliki potensi itu. Sangat besar di sektor kelautan perikanan. Apalagi udang dan lobster.

“Diluar, rasa udang dan lobster NTB itu sangat terkenal. Sesara teknis saya tidak faham mengapa demikian. Apakah karena faktor alam kita yang relatif masih terjaga kualitas airnya. Inilah potensi kita yang tidak semua memilikinya,” ujarnya.

Karena itu, H. Faurani mendorong pengusaha-pengusaha lokal untuk ikut bergerak berinvestasi di sektor kelautan perikanan. Mengakseleresaikan program shrimp estate dan lobster estate. Jika tak siap sendiri, disarankan investasi berkelompok. “Sektor keluatan perikanan ini multiflier effectya besar. Dapat menggerakkan perekonomian dan penyerapan tenaga kerja cukup besar. Agar tidak melulu kita sebagai pengusaha monoton bergerak di usaha yang kaitannya dengan anggaran pemerintah,” demikian H. Faurani. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional