Kadin NTB Jadi Bapak Angkat UKM

Ketua Kadin NTB, H. Faurani dan Owner Niat Baik Bakery yang dijadikan sebagai UKM anak angkat. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pengurus Kamar Dagang Indonesia (Kadin) mengangkat pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai anak asuh. Pembinaan dan pendampingan akan dilakukan, hingga dinyatakan sangat mandiri. Ketua Kadin Provinsi NTB, H. Faurani, SE, MBA Rabu, 1 Desember 2021 melakukan pertemuan dengan Novita Dewi, UKM “Niat Baik” Bakery di Kantor Kadin NTB.

UKM Niat Baik Bakery ini adalah salah satu dari 10 besar UKM NTB inovasi terbaik yang diselenggarakan oleh Internasional Council Small Business (ICSB) NTB baru-baru ini. Faurani mengatakan, dinyatakan sebagai anak angkat Kadin NTB, tentu pendampingan dan pembinaan akan dilakukan secara konsisten. Diketahui, Kadin NTB saat ini sangat fokus membantu pemerintah daerah dalam mengembangkan UKM.

Iklan

Alasannya, UKM adalah tulang punggung perekonomian yang harus diperkuat. Karena UKM mampu bertahan dalam kondisi ekonomi apapun. Mantan Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) NTB ini mengatakan, konsep pembinaan yang dilakukan bisa dari hulu ke hilir. Kebutuhan-kebutuhan UKM akan diupayakan terpenuhi. “Kalau butuh modal, kita fasilitasi. Mau gunakan modal kita sendiri, atau modal di bank. Kita bantu dapat bantuan kredit lunak dari bank mitra kita,” ujarnya.

Faurani menambahkan, ia sendiri sebagai Ketua Kadin NTB siap memberikan bantuan penambahan modal usaha hingga ratusan juta kepada UKM asuhnya. Jikapun suntikan modal ini menggunakan modal pribadi, menurutnya tinggal disepakati pola kerjasamanya. “Maunya seperti apa. Hitung-hitungannya seperti apa. Kalaupun ada marjinnya nanti, kita kembalikan untuk kegiatan sosial. Membantu yang lain yang membutuhkan. Atau dialirkan ke Pondok Pesantren,” ujarnya.

Pembinaan yang dilakukan kepada UKM, imbuh Faurani, tidak diukur secara bisnis. Yang terpenting menurutnya, UKM dapat diberdayakan. Dan hasilnya sesuai yang diharapkan Kadin maupun pemerintah daerah. karena itu, UKM yang dijadikan anak angkat adalah wirausaha-wirausaha yang bersungguh-sungguh ingin sukses. Tidak melangkah setengah-setengah. Hingga menjadi UKM mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat lainnya.

“Kita targetkan dua tahun UKMnya sudah benar-benar mandiri. Kita dampingi dan penuhi kebutuhan sesuai kebutuhannya. Membina UKM tidak bisa berorientasi keuntungan bisnis. Inilah yang dilakukan teman-teman di Kadin. Kita berharap organisasi ini bisa bermanfaat besar bagi daerah,” demikian Faurani.

Novita Dewi, Owner “Niat Baik” Bakery sendiri menyatakan sangat berharap, pembinaan yang dilakukan oleh Kadin NTB menjadi salah satu pintu bagi UKM agar naik kelas. Niat Baik Bakery terbentuk sejak tahun 2019 lalu. Usahanya berfokus pada produksi aneka kue, dan minuman dari kopi. Novita mengatakan, Niat Baik Bakery memproduksi kue dan minuman dengan mengoptimalkan potensi ketersediaan bahan baku di daerah.

Misalnya, salah satu unggulannya adalah donat tahu yang sudah dipasarkan hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Produksinya tidak menggunakan bahan pengawet. Dipastikan sebagai produk yang sehat. halal dan bermutu. Niat Baik Bakery menurutnya memiliki visi yang sama dengan Kadin NTB. orientasinya tidak seratus persen bisnis. Tapi ada kegiatan sosial yang dilakukan dari setiap keuntungannya. (bul)

Advertisement