Kadikes Was-was Enam Proyek Puskesmas Tak Selesai

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi mengaku was – was dengan progres pengerjaan fisik enam proyek puskesmas. Pasalnya, tidak semua kontraktor mencapai progres telah ditetapkan. “Saya juga was – was lihat kontraktor bekerja,” akunya, Kamis, 6 Oktober 2016.

Enam proyek puskesmas ini, sumber anggarannya berasal dari dana alokasi khusus (DAK). Masing – masing dikerjakan oleh enam kontraktor berbeda. Seperti, Puskesmas Ampenan dikerjakan oleh PT. Putra Lintas Jaya dengan nilai kontrak Rp 2,4 miliar dari pagu anggaran Rp 3,07 miliar.

Iklan

Puskesmas Tanjung Karang dengan pagu anggaran Rp 3,3 miliar dikerjakan oleh PT. Asri Cipta Natha Alam dengan nilai kontrak Rp 2.975.300.000,00.

Puksesmas Taliwang dikerjakan PT. Damai Indah Utama dengan nilai kontrak Rp 5,7 miliar dari pagu Rp 8 miliar.

Sedangkan, Puskesmas Dasan Cermen yang merupakan pembangunan lanjutan dimenangkan oleh CV. Artha Kecening dengan nilai kontrak Rp 1,5 miliar lebih dari pagu Rp 1,9 miliar. Puskesmas Dasan Agung dengan item pengerjaan rehab dan relokasi dianggarkan Rp 3,3 miliar. Puskesmas ini dikerjakan oleh PT. Adhi Graha Kencana dengan nilai kontrak Rp 2.625.361.000,00.

Terakhir, Puskemas Pagesangan dikerjakan oleh PT. Kartika Sari Cipta Utama dikerjakan oleh Rp 4,2 miliar.

Pantauan Suara NTB, dua dari enam puskesmas yakni, Pagesangan dan Tanjung Karang masih melakukan pembongkaran fisik bangunan sebelumnya. Padahal, kontrak kerja mulai 12 September dan berakhir pada pertengahan Desember mendatang.

Usman mengatakan, sudah melakukan monev terhadap enam puskesmas tersebut. Ia membenarkan jika kontraktor dalam tahap pembongkaran bangunan. Pihaknya tidak mau tahu, karena kontraktor harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal.

Ditambahkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan konsultan pengawas diminta menegaskan kepada konsultan terhadap progres capaian pekerjaan mereka. Jika progres kurang dengan alasan kekurangan tenaga maupun alat. Kontraktor harus mengambil langkah dengan menambah tenaga.

Otomatis katanya, pelayanan kepada masyarakat terganggu. Puskesmas dibangun untuk melayani masyarakat. Namun demikian, ia berharap enam puskesmas ini selesai sebelum akhir tahun. “Kita berharap selesai tahun ini. Karena anggarannya kan tahun 2016,” katanya seraya menambahkan pekerjaan fisik dikerjakan akhir tahun, akibat rasionalisasi anggaran. (cem)