Kades Rababaka akan Diberhentikan Sementara

Khairudin. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi DD/ADD tahun 2018, Kepala Desa Rababaka inisial TS segera diberhentikan sementara. Pemberhentian dari jabatan tersebut berlaku sampai ada keputusan inkrah dari pengadilan.

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Dompu, Khairudin, SH., ketika dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 23 Juli 2020.

Iklan

Ia menjelaskan, dalam proses pemberhentian aparatur desa yang sudah ditetapkan sebagai tersangka akibat penyalagunaan wewenang untuk mengambil keuntungan pribadi dalam pengelolaan DD/ADD, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) harus meminta legalitas penetapan itu ke penyidik kejaksaan.

Ini akan menjadi dasar pengusulan ke Bupati untuk pemberhentian sementara oknum yang bersangkutan. “Jadi dengan dasar penetapan ini kita akan berhentikan sementara,” ungkapnya.

Selain membehentikan sementara tersangka TS, lanjut dia, DPMPD selaku instansi teknis akan menunjuk pelaksana tugas yang akan menggantikan posisinya sampai ada keputusan inkrah pengadilan.

Jika diputus bersalah maka dengan sendirinya akan dikukuhkan menjadi pemberhentian tetap. “Kalau putusan pengadilan dinyatakan bersalah dikukuhkan pemberhentian tetap, kalau tidak akan direhabilitasi. Prinsipnya pemberhentian sementara kalau memang sudah tersangka,” jelasnya.

Mengingat penetapan tersangka itu baru kemarin disampaikan penyidik kejaksaan, tambah Khairudin, maka proses pencairan dana desa sebelumnya tak mungkin ditahan. Namun setelah ini pihaknya akan menyurati camat agar pemberian rekomendasi pencairan anggaran ditunda terlebih dahulu sampai ada penunjukan pelaksana tugas yang akan mengelolanya.

Informasi yang dihimpun Suara NTB sebelumnya, Kepala Desa Rababaka inisial TS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi DD/ADD tahun 2018. Hal itu menyusul terpenuhinya unsur penyimpangan yang mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan negara ratusan juta rupiah. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here