Kades Mambalan Nonaktif Ditahan

Mataram (Suara NTB) – Jaksa Kejari Mataram menjebloskan Kades Mambalan nonaktif, Lalu Ahmad Yudni ke Lapas Mataram. Hal itu sebagai bagian pelimpahan tahap dua tersangka dan barang bukti kasus pungli Prona tahun 2016.

Kasi Pidsus Kejari Mataram, Andritama Anasiska, Senin, 22 Januari 2018 mengonfirmasi pihaknya telah menerima pelimpahan tahap dua tersebut dari penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Mataram.

Iklan

“Terhadap yang bersangkutan dilakukan penahanan agar tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan memudahkan jaksa penuntut umum mengajukan ke persidangan,” jelasnya.

Penahanan jaksa untuk 20 hari ke depan. Sementara jaksa penuntut umum, lanjut dia, menuntaskan surat dakwaan yang akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram.

Barang bukti yang dilimpahkan antara lain, kuitansi pembayaran pengurusan prona, rekapitulasi daftar nama masyarakat penerima prona, dan uang tunai Rp 14,12 juta.

Tersangka dijerat dengan pasal pasal 11 dan atau pasal 12e UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Dalam kasus itu nilai pungli mencapai Rp 111,55 juta yang dipungut dari 258 warga. Pada tahun 2016, Desa Mambalan memeroleh jatah prona sebanyak 350 sertifikat.

Tersangka memungut biaya pengurusan mulai dari Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu. Atas dugaan itu, masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Mambalan melaporkan ke Polres Mataram dan penanganan kasusnya sudah dituntaskan. (why)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional