Kades Lekor : Jika Keluar Penjara, Saya akan Nyalon Lagi

Mataram (suarantb.com) – Kepala Desa (kades) Lekor, Lombok Tengah yang kini terpidana kasus korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan beras miskin (raskin), Anwar Haris, divonis hukuman 2,5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Mataram, Rabu, 26 Oktober 2016.

Anwar Haris terbukti melakukan korupsi ADD dan raskin Desa Lekor tahun angaran 2014. Kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp 166 juta.

Iklan

Hasil audit BPKP, sebanyak 20.317 gram beras belum dibagikan pada masyarakat, sehingga kerugian negara pada kasus tersebut mencapai sekitar Rp 101 juta. Masyarakat Desa Lekor seharusnya menebus raskin tersebut perkilonya sebesar Rp 1.600. Namun, beberapa dusun justru tidak dibagikan.

Anwar Haris melalui kuasa hukumnya, Deni Indra SH menyatakan menerima vonis hakim tersebut. Sementara JPU yang dipimpin langsung oleh Kasi Intel Kejari Praya, Andrie Dwi Subianto, SH, MH mengatakan akan pikir-pikir dulu terhadap vonis yang dijatuhkan hakim.

Pada suarantb.com Anwar Haris menegaskan tidak akan kapok menjadi kades. Jika bebas nanti, Anwar akan mencalonkan diri menjadi kades kembali.

“Saya sudah dua periode (menjabat). Karena undang-undang baru, menjabat kades dapat tiga kali, saya akan nyalon. Saya akan pulihkan nama baik saya,” ujarnya saat ditemui beberapa hari lalu.

Anwar juga merasa tidak cemas dengan masalah yang dihadapinya. Menurutnya, kasus yang menimpanya karena persaingan politik. Meskipun fakta persidangan menyatakan ia bersalah.

“Saya tidak masalah dihukum. Saya merasa tidak bersalah. Lihat sekarang saya biasa-biasa saja. Ini hanya persaingan politik,” imbuhnya. (szr)