Kades Beleke Buka Dua Ruas Jalan Baru

Kades Beleke, Islahudin ketika menunjukkan ruas jalan baru yang dibuka, Rabu, 8 September 2021. Pemdes Beleke membuka dua ruas jalan masing-masing Beleke-Dasan Tapen dan Beleke-Dasan Ketujur.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Islahudin, S.IP belum genap satu bulan menjabat sebagai Kepala Desa Beleke Kecamatan Gerung, Lombok Barat (Lobar). Dia dilantik tanggal 19 Agustus oleh Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid. Meskipun belum seumur jagung menjabat Kades, namun Kades yang dikenal memiliki kiprah di berbagai organisasi itu mampu membuka dua ruas jalan.

Dua ruas jalan tersebut yakni yang menghubungkan antar Desa Beleke dengan Dasan Tapen dan jalan Beleke menuju Dasan Ketujur. Pembukaan akses jalan ini selain mempermudah akses warga, juga ingin menghidupkan daerah ini.

Iklan

Ditemui di kantornya, Rabu, 8 September 2021, Islahudin mengatakan, pihaknya mendapatkan program dari Pemprov (bersumber dari aspirasi DPRD provinsi) berupa pembukaan jalan Dasan Tapen-Beleke sepanjang 400 meter. “Itu sudah dilakukan pengerasan, dan Alhamdulillah rampung Minggu kemarin,” jelas dia.

Akses jalan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat karena saat ini ia melihat potensi dari jalan yang dibuka terutama di dusun-dusun. Selain itu akses jalan dibuka Beleke ke Dasan Ketujur sepanjang 1,5 kilometer dan lebar 3 meter. Pembukaan jalan ini kerjasama dengan tuan guru, tokoh masyarakat di daerah itu sehingga sangat membantu proses pembukaan lahan ini. Bulan-bulan ini akan rampung, tinggal difikirkan untuk pengerasannya.

Kenapa fokus ke pembukaan jalan? Karena kata dia, kalau dusun sekadar sebagai tujuan, maka tidak akan berkembang. Karena orang akan malas ke dusun itu, kalau hanya kesana saja lalu kembali. Sehingga ekonomi tidak akan hidup. “Sehingga kami berusaha membuka dusun itu dengan pembukaan jalan supaya ada jalan sehingga saya mau ciptakan dusun-dusun itu dilalui agar ekonomi warga hidup,” imbuhnya. Menurutnya hal ini akan berdampak besar terhadap perekonomian warga, karena akan banyak warga berjualan.

Selain itu untuk pengangkutan hasil pertanian. Warga bisa menghemat biaya, karena tidak lagi mengeluarkan ongkos untuk memikul hasil panen. Di mana satu karung harus bayar Rp10 ribu. Kalau dengan ada jalan ini, tinggal warga mengangkut lewat jalan ini. “Imbasnya keuntungan warga lebih besar,” imbuhnya. Ia menambahkan ada juga program aspirasi yang dalam waktu dekat akan dibangun di desanya. “Langkah-langkah ini saya ambil, saya ingin 100 hari kerja bisa tampak hasil kerja kami,” imbuhnya.

Selain itu saat ini, ia melakukan konsolidasi dan pembenahan internal dan evaluasi di sektor pelayanan. Karena banyak data warga yang belum dimutakhirkan. Sehingga kendala data warga belum online, dampaknya mereka yang mendapatkan bantuan PKH justru tidak bisa diperoleh selama 3-4 bulan terakhir. Khawatirnya kalau tidak cepat dibenahi warga ini akan terhapus dari penerima bantuan. Termasuk pihaknya melakukan pendataan warga yang berhak memperoleh bantuan.”Ini tangung jawab kami untuk mengusulkan,” jelas dia. Salah satu upayanya, pihaknya menempatkan empat tenaga staf pembantu operator untuk menangani data ini. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional