Kader Muda Muhammadiyah Diminta tidak Gagap Teknologi

Pelantikan Ketua dan Pengurus DPD IMM NTB periode 2018 - 2020, di Aula Rektorat Ummat, Rabu (13/3). (Suara NTB/ars)

Ketua DPD IMM Dilantik

Mataram (Suara NTB)  – Pelantikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) NTB dijadikan momentum untuk menyongsong era revolusi industri 4.0. Sadar akan ketatnya kompetisi, kader muda Muhammadiyah diminta mempersiapkan diri, tidak gagap teknologi, adaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus mengalami evolusi.

 Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP IMM,  Najib Prasetyo saat menyampaikan pidato pelantikan ketua dan pengurus DPD IMM NTB Periode 2018 – 2020, di aula Rektorat Universitas Muhammmadiyah Mataram (Ummat), Rabu (13/3). Kekhawatiran disampaikannya, kader muda Muhammadiyah tertinggal dengan kemajuan informasi dan teknologi.

Iklan

“Saya justru melihat anak anak muda Muhammadiyah sudah kalah. Ini yang harus kita kejar bersama bagaimana mengejar dan adaptasi dengan revolusi industri 4.0 mendatang,” kritiknya.

Dalam rangka proses adaptasi itu, tiga hal yang menurutnya harus dipacu untuk pencapaian revolusi industri.  Pertama, generasi muda harus kuasai perubahan teknologi. “Sebab  jujur, coba jawab, berapa kader IMM dan Muhammadiyah yang pahamnya isu isu teknologi?,” tanyanya.

Ia mengkritik konsep badan amal Lazismu yang punya konsep puluhan tahun, masih kalah dengan kerja seorang anak muda yang menerapkan konsep berbasis online untuk ruang amal, dapat mengumpulkan ratusan juta donasi hanya dalam beberapa hari.

Kegiatan kegiatan positif serta pergerakan IMM disarankan harus segera dimulai disebar di akun-akun sosial media. Ini juga menurutnya bagian dari cara penguasaan aspek teknologi. Kedua, harus cakap dalam entrepreneurship. Yang harus diperbaiki disarankannya pola pengkaderan yang sudah usang. Proses kaderisasi disindirnya hanya formalitas dan event tahunan regenerasi.

“Kaderisasi tidak berbasis kebutuhan riil. Itu yang membuat kita tertinggal dalam kondisi dan persaingan ekonomi. Sehingga sendi yang harus diperbaiki menurut saya, selain persoalan entrepreneurship, juga bagaimana mengeluarkan energi kita untuk membuka lahan ekonomi baru,” jelasnya.

Hal ketiga, rasa empati pada momen penting. Di mana saat ini momen politik, tahun politik, semua orang sedang eforia. Kader Muhammadiyah disarankan ambil bagian, tapi untuk tujuan empati dan pencerahan di tengah banjir bandang informasi hoaks.

  Hadir dalam pelantikan itu Sekda NTB Ir. H. Rosyadi H  Sayuti, Rektor Ummat H. Arsyad A Gani, Wakil Ketua PWM H. Gulam Abas, serta BPH Muhammadiyah dan pengurus Pemuda Muhammadiyah lainnya.

Pada kesempatan itu dilantik Ketua DPD IMM NTB Miftahul Khair dan Sekretaris , menggantikan jabatan Supratman. (ars/*)