Kader Ingin Pemilihan Ketua DPD Golkar NTB Aklamasi

Misbach Mulyadi. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah kader Partai Golkar menginginkan pemilihan Ketua DPD I Partai Golkar NTB pada Musyawarah Daerah (Musda) yang akan digelar awal Maret mendatang supaya tidak ditempuh melalui voting. Namun mereka berharap pemilihan dapat berlangsung aklamasi.

Ada sejumlah alasan para kader Golkar tersebut menginginkan proses pemilihan berlangsung dengan aklamasi. Salah satunya yang paling mendasar yakni soal stabilitas dan kondusivitas partai pasca Musda.

Iklan

“Aklamasi itu hal yang biasa dan di banyak daerah juga aklamasi, seperti Sulawesi Utara,  Bali juga kemarin aklamasi. Nah kita harapkan juga musda NTB sebaiknya aklamasi lah, supaya tidak ada yang ribut-ribut,” ujar Ketua Harian DPD I Golkar NTB, H. Misbach Mulyadi yang dikonfirmasi, Selasa, 25 Februari 2020.

Diakui Misbach memang untuk saat ini sudah banyak kader Golkar yang digadang-gadang tampil sebagai kandidat bakal calon Ketua. Diantaranya Bupati Lombok Tengah, H. Suhaili FT, kemudian Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dan Anggota DPR RI Fraksi Golkar dari dapil Lombok, Sari Yuliati.

“Sah-sah saja kader mau mencalonkan diri, bahkan termasuk saya kalau ada dukungan kenapa tidak. Meskipun saya sendiri belum ada niat untuk maju. Jadi kita lihat saja besok seperti apa, tergantung dari pemilik suara,” katanya.

Selain Misbach sejumlah kader Golkar lainnya cenderung ingin menempuh jalan aklamasi dalam pemilihan Ketua DPD I Golkar NTB itu. Ketua Komisi IV DPRD NTB dari Fraksi Golkar, H. Ahmad Puaddi juga menginginkan hal yang sama dengan Misbach dalam proses Musda Golkar NTB itu.

“Karena kalau sampai terjadi konflik di internal partai itu, itu adalah kerugian besar bagi partai. Kalau bisa aklamasi kenapa tidak,” ucapnya.

Ditempat terpisah, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) DPD I Golkar NTB, Lalu Satriawandi, sebagai salah satu pemilik suara dalam musda besok mengatakan bahwa ia melihat ada peluang terjadi aklamasi dalam Musda Golkar NTB Maret mendatang itu.

“Berpeluang terjadi aklamasi, karena kita juga punya tradisi itu, dulu juga pada saat pak Suhaili terpilih juga kan aklamasi. Nah sekarang bisa saja lagi aklamasi,”katanya.

Ketika ditanya soal arah dukungan pada Musda besok. Satriawandi mengaku belum memutuskan kepada siapa AMPG akan memberikan suaranya. Sebab suara untuk organisasi sayap tidak hanya diputuskan oleh AMPG saja, tapi juga ada organsasi sayap yang lain.

“AMPG itu bersama dengan KPPG, jadi Kita harus berembuk dulu dengan KPPG ke mana dukungan kita besok. Sama halnya dengan organisasi yang didirikan dan mendirikan juga kan banyak, mereka harus berembuk, harus jadi satu, kalau ndak ketemu maka suara itu batal,” ujarnya.

Diketahui dalam pemilihan Ketua DPD I Golkar NTB dalam musda nanti, berdasarkan Peraturan Organisasi (PO) partai, ada 14 yang memiliki hak suara untuk memilih Ketua DPD I, yakni 10 suara yang berasal 10 DPD II Partai Golkar se NTB, kemudian satu suara dari organisasi sayap partai, satu suara dari organisasi pendiri dan yang didirikan, satu suara dari DPD I Golkar NTB sendiri dan satu suara dari DPP Golkar. (ndi)