Kadar Air Tinggi, Gabah Petani di Dompu tidak Sesuai HPP

Tim dari Bulog cabang Bima bersama tim dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu saat melakukan pengecekan kualitas gabah petani di Kandai Dua Dompu, Kamis, 18 Maret 2021.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Bima mengungkapkan kualitas gabah petani di Dompu masih harus ditingkatkan. Kadar air (KA) gabah petani saat dipanen antara 31 sampai 33 persen dan padi yang dipanen masih banyak butir hijau. Kondisi ini berdampak pada harga jual gabah.

Pimpinan Perum Bulog Cabang Bima, Sawaludin Susanto kepada Suara NTB usai melakukan pengecekan kualitas gabah petani bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Kamis, 18 Maret 2021 mengungkapkan, rata – rata gabah hasil panen petani memiliki KA 31 sampai 33 persen dan padi yang dipanen maish banyak butir hijau. Ini disebabkan karena panen saat musim hujan dan menjelang usia panen masih terdapat genangan air. “Bulir hijau akan jadi hampa. Jika pun ada isinya akan jadi biji kapur dan broken saat jadi beras,” ungkapnya.

Iklan

Penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) sebesar Rp.4.200 per kg dengan kadar air (KA) maksimal 25 persen dan kadar hampa atau kotoran 10 persen. Gabah kering giling (GKG) sebesar Rp.5.250 per kg dengan KA maksimal 14 persen dan kadar hampa maksimal 3 persen.

Kondisi ini, kata Syawaludin, akan berdampak pada harga pembelian oleh Bulog atau mitra Bulog. Bervariasinya harga karena harus merafaksi sesuai kualitas, mulai dari Rp.3.900 per kg sampai dengan Rp.4 ribu per kg di sawah dengan KA di atas 30 persen. “Jadi pada intinya, harga gabah tidak jatuh tapi memang harga menyesuaikan dengan kualitas gabah saat panen, karena berpengaruh pada randemen ke gabah kering giling dan beras hasil giling,” jelasnya.

Bulog pun mengimbau kepada petani maupun gabungan kelompok tani unutk dapat bermitra dengan Bulog dalam menjual hasil panennya. Bulog cabang Bima siap memberikan pelayanan maksimal ke petani dengan sistim pembayaran ‘one day service’, dimana Bulog menerima GKG depan pintu gudang harga Rp.5.300 per kg dengan KA maksimal 14 persen dan beras medium harga Rp.8.300 per kg KA maksimal 14 persen.

Syawaludin juga mengungkapkan, beberapa wilayah di Kabupaten Dompu sudah mulai melakukan panen raya. Pihaknya turun bersama tim dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu untuk mengecek langsung kualitas gabah petani dan mendorong petani untuk memperhatikan kualitas padi menjelang panen. (ula)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional