Kabur, Pelaku Penganiayaan Dibekuk di Pelabuhan Poto Tano

Praya (Suara NTB) – Seorang warga asal Dusun Mengelok Desa Batujai Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah (Loteng), Mu (26) kini harus berurusan dengan aparat kepolisian.Yang bersangkutan ditangkap di Pelabuhan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat, lantaran diduga menganiaya Amaq Malip yang tidak lain tetangganya sendiri.

Pelaku kini terancam hukuman berat atas perbuatannya tersebut. “Pelaku ditangkap sesaat setelah menyeberang di Pelabuhan Poto Tano,” ungkap Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK., kepada Suara NTB, Senin, 7 Mei 2018.

Iklan

Diduga kuat, pelaku hendak melarikan diri dari kejaran aparat kepolisian setelah kasus penganiayaan yang dilakukannya kepada korban.

Kasus penganiayaan itu sendiri berlangsung pada Sabtu (5/5) lalu. Kala itu, korban Amaq Malip alias Borang tengah mandi di rumahnya. Sekitar pukul 18.00 wita, pelaku kemudian datang dengan membawa senjata tajam (sajam) jenis samurai.
Dengan nada kesal, korban sempat memanggil-manggil korban. Sampai akhirnya kemudian korban keluar dari kamar mandi dan langsung menghampiri pelaku. Naas bagi korban, tanpa basa-basi pelaku langsung mengarahkan sajam yang dibawanya ke arah korban.

Kendati sempat menghindar, namun sajam pelaku justru mengenai wajah korban. Dan, bagian tubuh korban sebelah kiri. Akibatnya, sejumlah bagian tubuh korban mengalami luka sobek. Seketika itu juga, darah segar mengalir dari tubuh korban. Atas kejadian tersebut sempat tersungkur tak sadarkan diri.

Beberapa anggota keluarga korban yang mengetahui kejadian tersebut langsung menghampiri korban. Sementara pelaku langsung kabur melarikan diri begitu melihat korban bermandi darah. Tak mau menunggu lama, keluarga korban langsung membawa korban ke puskesmas terdekat guna mendapat perawatan medis. “Beruntung nyawa korban berhasil diselamatkan. Setelah mendapat perawatan dari tim medis Puskesmas Batujai,” tambah Rafles.

Polisi yang mendapat laporan kasus tersebut langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Sempat dicari ke rumahnya, polisi berhasil mendapat informasi kalau pelaku sudah berangkat ke Pulau Sumbawa. Bermodal informasi tersebut, anggota Polsek Praya Barat kemudian melakukan pengejaran. Upaya aparat kepolisian ternyata tidak sia-sia. Pelaku akhirnya berhasil ditangkap, sesaat setelah sampai di Pelabuhan Poto Tano, pada Minggu, 6 Mei 2018. Hari itu pelaku langsung dibawa pulang di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian. (kir)