Kabur dari Karantina, Keberadaan Pasien Corona asal Bertais Masih Misterius

I Nyoman Suandiasa.(Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sistem pengamanan di rumah sakit darurat Asrama Haji patut dipertanyakan. Pasalnya, seorang pasien positif terpapar virus Corona yang sedang menjalani masa karantina kabur.

Informasi dihimpun Suara NTB, pasien Covid-19 yang kabur adalah HB. Warga Lingkungan Gontoran, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya. HB diketahui melarikan diri dari lokasi karantina di Kelurahan Jempong pada Kamis, 16 Juli 2020.

Iklan

Camat Sandubaya, Saharuddin dikonfirmasi Jumat, 17 Juli 2020 membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya bersama tim gugus tugas kecamatan dibantu TNI dan Polri masih melakukan proses pencarian ke kediamannya di Lingkungan Gontoran.

“Sampai sekarang ini kita sedang mencari keberadaannya,” kata Sahar.

Tindakan HB ini dikhawatirkan menimbulkan keresahan masyarakat. Apalagi hasil pemeriksaan kesehatan yang bersangkutan belum dinyatakan sembuh dan harus menjalani masa karantina. Saharuddin menambahkan, jangan sampai pasien kontak erat dengan warga sehingga terjadi penularan.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suandiasa mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kecamatan dan kelurahan untuk mencari keberadaan yang bersangkutan. HB semestinya masih menjalani karantina karena belum dinyatakan sembuh terpapar Covid-19.

Kaburnya warga Gontoran tersebut dipicu karena mantan istrinya diperbolehkan pulang oleh petugas. “Karena dia dengar informasi mantan istrinya sudah sehat. Dia kira dirinya juga sudah sehat,” kata Nyoman.

Nyoman membantah sistem keamanan dan penjagaan di Rumah Sakit Darurat Asrama Haji longgar. Petugas cukup ketat mengawasi keluar masuk pengunjung. Akan tetapi, kejadian ini menjadi bahan evaluasi dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTB, agar lebih memperketat pengawasan dan pengamanan.

“Kalau dikatakan longgar tidak juga. Tapi ini menjadi bahan evaluasi dari provinsi,” terangnya.

Tim gugus tugas mengimbau HB untuk kembali menjalani karantina. Tindakannya dikhawatirkan menimbulkan keresahan dan kepanikan bagi warga. Hal ini berpotensi terjadi penularan ke warga lainnya. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional