Tambora Banjir Lagi Satu Jembatan Putus, Ratusan Rumah Terendam

Jembatan putus di Desa Kawinda Nae terkena banjir, Sabtu (9/2). (Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Intensitas hujan yang cukup tinggi yang terjadi sejak Sabtu, 8 Februari 2020 malam, hingga pada Minggu, 9 Februari 2020 siang, mengakibatkan wilayah di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima dilanda banjir.

Akibat luapan banjir itu, dilaporkan satu jembatan milik Pemerintah Provinsi NTB yang berada di Desa Kawinda Nae terputus pada Sabtu, 8 Februari 2020 malam serta ratusan rumah warga Desa Labuan Kananga terendam.

“Hujan deras selama dua hari berturut-turut mengakibatkan Desa Labuan Kananga banjir,” kata warga Desa Labuan Kananga, Tristan kepada Suara NTB, Minggu, 9 Februari 2020.

Menurutnya, dari musibah tersebut ratusan rumah warga terendam dan satu rumah milik M. Saleh Idris (63 Tahun) yang berada di RT 04 Rw 02 Dusun Sarae Desa Labuan Kananga roboh terkena arus banjir. “Ada satu unit rumah panggung yang dibawah banjir serta ratusan rumah terendam,” katanya.

Tristan mengaku, meski banjir yang terjadi pagi hari tersebut kini sudah surut. Namun warga setempat terutama anak-anak mengalami trauma. Bantuan tanggap darurat, seperti selimut, obat-obatan dan makanan cepat saji juga sangat diperlukan.

Satu unit rumah warga Desa Labuhan Kananga yang roboh terkena banjir, Minggu, 9 Februari 2020.

“Yang kami perlukan sekarang adanya turun tangan pihak terkait. Serta bantuan tanggap darurat dari Pemerintah,” harapnya.

Sementara  Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggluangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Kabupaten Bima, Bambang Hermawan S.Kom. MM, mengakui banjir kembali menerjang Tambora, seperti Desa Kawinda Nae dan Labuhan Kananga.

“Penyebab banjir akibat arus air sungai dari pegunungan. Banjir menggenangi rumah warga dengan ketinggian 1 meter,” katanya.

Menurut Bambang, untuk detail dampak banjir itu, pinaknya hingga kini masih menunggu laporan hasil pendataan Kepala Desa Labuan Kananga dan Kawinda Nae serta Camat Tambora. “Namun data sementara jumlah yang terdampak banjir hampir lebih kurang 150 kepala keluarga (KK) Desa Labuhan Kananga,” katanya.

Sementara, khusus di Desa Kawinda Nae dilaporkan hanya jembatan yang putus, banjir tidak menggenangi rumah warga. Rencananya setelah banjir surut akan dibuatkan jembatan darurat menggunakan kayu.

“Untuk saat ini kita sudah meminta bantuan Polsek dan Koramil Tambora untuk menghimbau pengguna jalan tidak menerobos jembatan yang terputus,” katanya.

Selain itu, Bambang menambahkan musibah banjir yang terjadi di Desa Labuhan Kananga dan Kawinda Nae tersebut juga telah dikoordinasikan ke Dinas PUPR Kabupaten Bima dan Dinas PUPR Provinsi NTB. “Sudah kita laporkan dan koordinasikan ke Dinas Teknis,” pungkasnya. (uki)