Atasi Kisruh Pupuk Subsidi, HMS Sarankan Pakai Kartu Tani

0
6
M. Syafrudin (Suara NTB/dok)

Bima (Suara NTB) – Anggota Komisi IV DPR RI, H. M. Syafrudin ST, MM menyarankan Pemerintah Kabupaten Bima agar mencontoh Kabupaten Sumbawa dalam mendistribusikan pupuk subsidi ke petani.

Menurut Politisi PAN ini, di Kabupaten Sumbawa proses pendistribusian pupuk subsidi dari distributor ke pengecer hingga petani menggunakan kartu tani, yang didalamnya termasuk luas lahan yang dimiliki petani.

“Saya kira kartu tani salah satu solusi mengatasi kisruh pupuk subsidi yang terjadi di Kabupaten Bima. Kartu ini juga nantinya akan menjadi rujukan kebutuhan pupuk subsidi,” katanya kepada Suara NTB akhir pekan kemarin.

Anggota DPR RI yang akrab disapa HMS ini menilai, gejolak terkait pupuk subsidi yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bima dalam beberapa hari terakhir ini, ditenggarai karena lemahnya pengawasan.

“Saya melihat gejolak yang terjadi karena lemahnya pengawasan. Untuk menekan itu, pengawasan perlu ditingkatkan, terutama saat pendistribusian pupuk subsidi,” katanya.

Disamping itu, HMS meminta Pemda Bima melalui OPD teknis terkait agar dengan secepatnya menyusun dan mengusulkan Rencana Kebutuhan Definitif Kelompok (RDKK). “Tidak menutup kemungkinan penyaluran pupuk belum disalurkan karena RDKK belum selesai disusun dan diusulkan,” katanya.

Menurutnnya, RDKK tersebut akan menjadi acuan bagi distributor atau ageb menyalurkan pupuk subsidi. Selain itu, RDKK akan menjadi data akurat yang bisa dijadikan pegangan untuk pendistribusian pupuk subsidi.

Apabila pupuk subsidi kuotanya dirasa berkurang atau belum mencukupi, HMS bersedia melakukan komunikasi dengan Direktur PT. Pupuk dan Menteri Pertanian agar ditambahkan alokasinya untuk NTB lebih khusus pulau Sumbawa.

“Jika terjadi kekurangan pupuk di tingkat desa, maka Kecamatan melakukan bisa relokasi. Begitupun di tingkat Kabupaten hingga Provinsi,” katanya.

  Belasan Desa di Bima Rawan Bencana Banjir Gunung

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Ir. Indra Jaya mengklaim stok pupuk susbsidi dan non subsidi masih banyak. Ia membantah jika kisruh atau gejolak petanib karena pukuk langka.

“Stok pupuk ada, tidak ada yang kelangkaan. Kita siap salurkan dan diutamakan di Kecamatan yang bermasalah,” terangnya.

Menurutnya, selama ini masyarakat atau petani sudah terbiasa dengan pupuk bersubsidi dengan harga yang murah. Pupuk tersebut ada di distributor masing-masing. “Kalaupun bulan ini masih kekurangan bisa direlokasi ke bulan berikutnya,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here