Bima akan Jadi Pusat Kayu Putih Nasional

Pertemuan Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah dengan Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri membahas soal kondisi hutan dan penanggulangannya, di ruang VIP Bandara Sultan M. Salahuddin Bima, Jumat, 13 Desember 2019. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Kabupaten Bima akan dicanangkan menjadi pusat kayu putih nasional. Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE,M.Sc saat bertemu dengan Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, di ruang VIP Bandara Sultan M. Salahuddin Bima, Jumat, 13 Desember 2019.

‘’Januari 2020, Bima akan dicanangkan sebagai pusat kayu putih nasional,’’ katanya.

Menurut gubernur, untuk mendukung pencanangan tersebut, pihaknya akan menyiapkan 250 ribu bibit kayu putih untuk ditanam di sejumlah wilayah di Kabupaten Bima.

Gubernur menjelaskan, Kabupaten Bima sangat cocok untuk pengembangan kayu putih. Karena saat ini sudah ada pabrik pengolahannya di Desa Oi Katupa Kecamatan Tambora.

‘’Ini juga sebagai salah satu cara untuk mengurai persoalan hutan di Bima. Selain untuk kepentingan ekonomi,’’ katanya.

Baca juga:  NTB Usulkan 486 Desa Kelola Hutan ke Kementerian LHK

Sementara Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayati Putri SE, menyambut baik langkah Gubernur NTB tersebut. ‘’Keberadaan pabrik ini akan memberikan dampak luas bagi masyarakat Kabupaten Bima,’’ katanya kepada Suara NTB.

Menurutnya, dampak utama yang dirasakan langsung yakni tersedianya lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Hal itu akan meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakat. ‘’Ciptakan lapangan kerja baru,’’ katanya.

Tidak hanya itu, bupati mengaku keberadaan pabrik yang mengolah kayu putih tersebut sebagai bukti bahwa Kabupaten Bima memiliki potensi yang belum dikembangkan dengan baik. ‘’Ini sebagai bukti tanah kita sangat subur untuk ditanami apa saja,’’ katanya.

Baca juga:  Demi Lahan Jagung, Warga Gerogoti Hutan

Lepas dari itu, bupati berharap keberadaan pabrik tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama yang berada di Kecamatan Sanggar dan Tambora. ‘’Bisa dimanfaatkan dengan baik, ini adalah kesempatan kita untuk meningkatkan pendapatan,’’ harapnya.

Selain penanaman kayu putih, Kabupaten Bima juga telah mengalokasikan anggaran untuk penghijauan 2020 mendatang. ‘’Kita sudah alokasikan anggaran untuk penanaman pohon kemiri di Kecamatan Parado tahun 2020,’’ katanya.

Pilihan penghijauan dengan menanam pohon kemiri tersebut, sebagai salah satu langkah untuk menanggulangi hutan kritis di wilayah setempat yang banyak dibabat untuk menanam jagung.

‘’Kami berharap langkah ini didukung semua pihak. Termasuk Pemerintah Provinsi NTB,’’ harapnya. (uki)