160 Ton Rumput Laut Kabupaten Bima Diekspor ke China

Ilustrasi Petani Rumput Laut (suarantb.com/wikipedia)

Bima (Suara NTB) – Rumput rumput laut asal Kabupaten Bima tidak hanya dipasarkan di dalam negeri saja, seperti di Surabaya dan Jakarta. Tapi kini sudah merambah sampai dengan luar negeri dengan tujuan negara China.

Ada sebanyak 160 ton rumput laut yang diekspor ke Negara tirai Bambu tersebut. Bahkan pengiriman komiditi laut secara perdana itu, separuh dari yang diminta yakni sebesar 500 ton setiap bulan. “Hari ini ada 160 ton rumput laut yang diekspor perdana ke China,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bima, Ir. Hj. Nurma M.Si, kepada Suara NTB, Jumat,  22 November 2019.

Menurut Nurma, sebanyak 160 ton rumput laut yang dikirim itu, lebih kecil dari permintaan. Pihak eksportir meminta rumput laut dari Kabupaten Bima sebanyak 500 ton setiap bulan. “Yang diminta setiap Bulan 500 ton. Tapi perdana ini kita kirim dulu 160 ton,” katanya.

Menurutnya jumlah yang diminta oleh eksportir tersebut optimis akan terpenuhi. Pasalnya produksi rumput laut di Kabupaten Bima tahun 2018 kemarin mencapai 160.000 ton pertahun. “Jika dikalikan 12 kali dengan 500 ton perbulan yang diminta. Jumlahnya hanya 6.000 ton pertahun. Sedangkan produksi kita hampir ratusan ribu ton,” katanya.

Nurma mengaku, potensi rumput laut di Kabupaten Bima terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan hampir wilayah pesisir sudah mengembangkan komiditi yang diolah produk makanan dan kecantikan itu. “Komoditi rumput laut cukup berkembang di Kabupaten Bima,” katanya.

Ia menyebutkan, wilayah yang mengembangkan rumput laut seperti di teluk Waworada Kecamatan Langgudu, Tanjung Mas, Wane, dan Nadi Kecamatan Monta, pesisir Kecamatan Sape dan Lambu.

“Selain itu ada juga di Tambora yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan,” katanya.

Dengan potensi tersebut, Nurma berharap produksi rumput laut Kabupaten Bima terus meningkat. Pasarnya tidak hanya merambah dalam negeri, tapi juga sampai ke Negara-negara luar.

“Dulu rumput laut kita hanya penuhi permintaan pasar dalam negeri, tapi sekarang sudah sampai China. Kita harapkan juga ada lagi Negara lain yang berminat,” pungkasnya. (uki)