Mitan Langka di Bima, Setiap KK Dijatah 1 Liter untuk Kebutuhan Seminggu

Ibu-ibu mengantre demi mendapatkan mitan di pangkalan Desa Bajo Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Senin,  18 November 2019. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Kesulitan stok Minyak tanah (Mitan) tidak hanya dirasakan oleh warga Kota Bima. Hal yang sama juga dirasakan warga Kabupaten Bima. Salah satunya di Desa Bajo, Kecamatan Soromandi.

Demi mendapatkan Mitan, warga setempat yang kebanyakan ibu-ibu rela mengantre selama berjam-jam di tempat pangkalan Mitan. Parahnya lagi mereka dijatahi 1 liter perkepala keluarga (KK).

“Jatah 1 liter per KK ini untuk kebutuhan selama 1 minggu ke depan,” kata salah seorang warga, Rita, Senin,  18 November 2019.

Biasanya lanjut dia, per KK akan mendapatkan jatah 5 liter sampai dengan 10 liter untuk kebutuhan satu minggu kedepan. Namun sekarang hanya bisa mendapatkan 1 liter saja. Itupun masih ada yang warga yang belum kebagian. “Masih ada juga yang belum mendapat jatah, resiko terlambat mengantre,” katanya.

Diakuinya, jatah Mitan 1 liter tersebut hanya cukup untuk kebutuhan satu hari. Untuk menghemat penggunaannya, Rita mengaku beralih menggunakan kayur bakar untuk memasak. “Kalau untuk kebutuhan kompor, tidak sampai satu hari,” katanya.

Warga lain, Hartati juga mengaku hal yang sama. Ia mengaku hanya mendapatkan jatah 1 dari 5 liter yang disalurkan oleh pangkalan selama ini untuk kebutuhan selama satu minggu. Ia mengaku, Mitan dalam sebulan terakhir ini sulit didapatkan. Tidak hanya tingkat pengecer, namun juga tingkat pangkalan. Padahal sebelumnya stoknya cukup melimpah. “Tapi sekarang Mitan yang nonsubsidi saja tidak ada dan susah kita dapatkan,” katanya.

Selama tidak ada Mitan, Ia mengaku menggunakan kayu bakar untuk memasak. Kompor gas yang dibagikan secara gratis beberapa bulan lalu, hanya dibiarkan begitu saja di dapur. “Saya takut pakai. Takut salah menggunakan, karena tidak terbiasa,” katanya.

Sementara pangkalan Mitan di Desa Bajo, Hj. Nuraini, mengaku hanya bisa menyalurkan 1 liter lantaran, yang stok disalurkan agen sangat terbatas. Dari 1 drum, kini menjadi setengah drum.

“Kita hanya menerima sesuai yang disalurkan agen. Setengah drum ini juga kita cukupkan agar jatah semua KK terpenuhi, meski 1 liter yang penting kebagian semua,” katanya.

Menurutnhya, kekurangan mitan terjadi sejak satu bulan terahir ini karena ada pengurangan dari agen. Ia sendiri tidak mengetahuinya secara jelas, namun informasinya subsidi Mitan akan dihilangkan dan dialihkan ke gas.

“Informasinya akan dialihkan ke gas. Tapi saya berharap jatah mitan bisa ditambah karena warga disini belum bisa menggunakan kompor gas untuk memasak,” pungkasnya. (uki)