Proyek Strategis Nasional Jembatan Lewa Mori di Bima Gagal Dikerjakan

Ilustrasi Jembatan (suarantb.com/ist)

Bima (Suara NTB) – Pembangunan jembatan gantung Lewa Mori, satu dari empat proyek strategi nasional di wilayah Kabupaten Bima dipastikan gagal dikerjakan. Seharusnya pengerjaan sejak tahun 2018 sampai dengan 2019, namun hingga kini belum terealisasi.

Sementara, tiga proyek lainya, antara lain jalan lingkar Gunung Tambora, jalan dua jalur Kalaki dan pelebaran landasan pacu Bandara Sultan M. Salahuddin (SMS) Bima sedang dan sudah rampung dikerjakan.

Dalam catatan Suara NTB, proyek pembangunan jembatan Lewa Mori diusulkan sejak tahun 2015 lalu. Tidak dikerjakannya proyek tersebut lantaran pembebasan lahan yang belum rampung. Tapi setelah tuntas, ternyata pengerjaannya belum nampak.

Sejak tahun 2015 hingga tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Bima terus mengupayakan pembebasan lahan seluas 11 hektar dengan mengucurkan anggaran sebanyak Rp15 miliar.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bima, Ir. Nggempo ST, MT, juga mengakuinya. Pengerjaan proyek tersebut, semestinya telah dikerjakan sejak tahun 2017. “Namun kendala saat itu karena pembebasan lahan yang belum tuntas, sehingga pengerjaannya jadi tahun 2018 atau 2019,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, terutama pembebasan lahan yang menjadi urusan Pemerintah Daerah telah tuntas tahun 2018. Namun proses pengerjaannya belum juga dilakukan sampai sekarang. Menurutnya, pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan dusun Kalaki Desa Panda Kecamatan Palibelo dengan Desa Daru Kecamatan Bolo tersebut karena krisis anggaran Pemerintah Pusat.

“Soal anggaran, karena anggaran pembangunan jembatan ini bersumber dari APBN. Sampai saat ini juga kita belum tahu apakah proyek ini dicoret atau ditunda,” pungkasnya. (uki)