Empat Anggota Dewan Segel Kantornya Sendiri

Ruangan Setwan Kabupaten Bima yang disegel sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bima, Rabu, 6 November 2019. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Aksi penyegelan yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Bima selama ini, tidak hanya dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa. Namun kini juga dilakukan oleh kalangan anggota DPRD.

Parahnya lagi, kalangan anggota Dewan tersebut menyegel kantornya sendiri, yakni ruangan Sekretariat Dewan (Setwan) dan Bagian Keuangan. Aksi penyegelan menggunakan kayu dan bambu pada Rabu, 6 November 2019 siang itu, langsung menyita perhatian publik.

Pantauan Suara NTB, ada sejumlah anggota DPRD yang melakukan penyegelan. Antara lain, Edy Muklis S.Sos (NasDem), Rafidin S.Sos (PAN), Sulaiman MT, (Gerindra) dan Ilham (PKS).

Baca juga:  Transfer Dana Diterima Pemkot Mataram Turun Rp 25 Miliar

Edy Muklis mengaku, aksi penyegelan dua ruangan tersebut, lantaran tidak adanya keterbukaan masalah pengelolaan dan penggunaan anggaran oleh Bagian Keuangan dan Sekwan. “Kita kecewa karena tidak ada keterbukaan dalam pengelolaan dan pengunaan anggaran selama ini,” akunya.

Ia menilai, pengelolaan dan penggunaan anggaran ada indikasi pilih kasih antara anggota dan pimpinan DPRD. Kata dia, pimpinan dewan lebih diutamakan, sementara anggota harus menunggu lama. “Karena adanya hal ini, kita terpaksa menggunakan dana pribadi untuk kegiatan dengan masyarakat dan sebagainya. Kita sangat keberatan,” katanya.

Baca juga:  Sejak 2016, Temuan BPK untuk APBD NTB Capai Rp14 Miliar

Edy menegaskan, tidak akan membuka penyegelan tersebut sebelum berkas atau nota pengelolaan dan penggunaan anggaran selama tahun 2019 ini diserahkan oleh Sekwan dan bagian Keuangan. “Kita ingin berkas pengelolaan dan penggunaan anggaran selama ini dibuka semua, arena katanya anggaran sudah habis,” tegasnya.

Pada saat aksi penyegelan tersebut, tidak nampak terlihat adanya Sekwan DPRD Kabupaten Bima, Drs. Ishaka. Sejak berita ini ditulis penyegelan masih berlangsung. (uki)