Ruang Rapat Utama DPRD Bima Dilempari Benih Jagung

Benih jagung berserakan di ruang rapat utama DPRD Kabupaten Bima, yang dilempar sejumlah pemuda saat audiensi dengan audiensi dengan pimpinan dan anggota DRPD serta Dinas Pertanian dan Perkebunan (Disperbun) Kabupaten Bima, Selasa,  29 Oktober 2019. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Ruang rapat utama DPRD Kabupaten Bima dipenuhi benih benih jagung yang dilempari oleh sejumlah pemuda saat audiensi dengan pimpinan dan anggota DRPD serta Dinas Pertanian dan Perkebunan (Disperbun) Kabupaten Bima, Selasa,  29 Oktober 2019.

Sikap tersebut merupakan bentuk protes dan kekecewaan mereka terhadap tindakan DPRD yang tidak serius menyelesaikan persoalan benih jagung jenis premium 919 yang diduga tidak berkualitas. Pada kesempatan itu, mereka juga meminta agar pimpinan dan anggota DPRD segera mengeluarkan rekomendasi kepada Disperbun untuk mencabut penyaluran benih jagung.

“Benih ini tidak layak untuk ditanam petani karena kualitasnya sangat rendah,” kata Irawan perwakilan pemuda.

Irawan mengaku benih jagung tersebut telah disalurkan kepada petani pada tahun sebelumnya. Namun tidak menunjukkan hasil. Bahkan banyak petani yang gagal rugi akibat gagal panen. “Untuk itu kami meminta premium 919 ini ditarik dan digantikan dengan benih jenis NK 7328, Bisi 18 dan Pioner yang kualitasnya sangat bagus,” harapnya.

Perwakilan Disperbun Kabupaten Bima, Ir. Beni Akbar mengaku, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menarik benih jagung tersebut karena Pemerintah daerah melalui Dispernbun hanya penerima manfaat. “Karena Pejabat Pembuat Komitmen bantuan benih jagung adalah Provinsi,” katanya.

Kabid Rehablitasi Pengembangan Lahan dan Perlindungan Tanaman (RPLPT) Disperbun Kabupaten Bima, mengaku dalam pengadaan benih jagung tersebut pihaknya mendapat dana bantuan sebesar Rp17 miliar lebih.

“Benih jagung ini diperuntukkan hanya tujuh kecamatan saja. Seperti Kecamatan Ambalawi, Sanggar, Soromandi dan Tambora,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua DPDRD Kabupaten Bima, yang juga memimpin audiensi, M. Aminurlah SE, menegaskan semua aspirasi yang disampaikan akan segera ditindaklanjuti oleh pihaknya. Menurutnya, sebagian benih jagung jenis premium 919 akan ditarik  kembali dan sebagiannya akan tetap diberikan sepanjang para petani membutuhkan dan memerlukannya.

“Kalaupun kedepan tidak sesuai regulasi. Kami sarankan agar melaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH),” pungkansya. (uki)