Antisipasi Kerawanan Sosial, Pemda Bima Salurkan 1,5 Ton Beras untuk Korban Kebakaran

Pendistribusian beras oleh DKP Kabupaten Bima untuk korban kebakaran Ntonggu, Sabtu,  26 Oktober 2019. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bima menyalurkan 1,5 ton beras untuk membantu puluhan warga Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo, yang menjadi korban kebakaran belum lama ini.

Kepala DKP Kabuparten Bima, Ir. Syafuddin, mengatakan beras 1,5 ton yang disalurkan Sabtu,  26 Oktober 2019 merupakan beras cadangan pangan Pemerintah Kabupaten Bima.

Menurutnya penyaluran beras tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan sosial. Mengingat kebakaran tersebut juga menghanguskan cadangan pangan masyarakat yang disimpan untuk persediaan hingga akhir tahun.

“Selain rumah, benda berharga, kebakaran kemarin juga menghanguskan gabah milik warga setempat,” katanya akhir pekan kemarin.

Syafuddin menegaskan, apabila beras yang disalurkan tersebut dirasa belum  mencukupi untuk kebutuhan korban kebakaran, DKP setempat akan kembali mendistribusikan.

“Pasokan beras 1,5 Ton ini cukup untuk kebutuhan sampai akhir tahun,” katanya.

Sementara Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE mengaku, telah meminta Kepala Desa Ntonggu dan Camat Palibelo, untuk mendata semua kerugian yang dialami oleh warga yang menjadi korban kebakaran.

“Data yang dikumpulkan ini akan ditindaklanjuti. Termasuk memberikan bantuan sarana dan prasarana penunjang,” katanya.

Untuk mencegah terjadinya kejadian serupa, Bupati menghimbau seluruh masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Memperhatikan kondisi rumah dalam keadaan aman dari api.

“Musim kemarau ini sangat rawan terjadinya kebakaran. Untuk itu masyarakat harus tetap waspada. Memastikan api kompor yang dinyalakan sudah padam atau hal-hal yang memicu penyebab terjadinya kebakaran,” katanya.

Seperti diketahui, belasan rumah warga di RT 26 RW 08 Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, ludes dilalap si jago merah, pada Jumat (25/10) dini hari. Kebakaran diduga  korsleting listrik.

Camat Palibelo, Drs. Darwis mengatakan, kebakaran terjadi sekira pukul 01.00 wita. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik dari rumah salahsatu warga bernama Baharudin, (30 tahun).

“Kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar rumah-rumah di sekitarnya,” katanya.

Meski tidak menelan korban jiwa, kebakaran itu lanjutnya, menghanguskan sebanyak 13 unit rumah panggung, empat unit sepeda motor, dan gabah padi hangus jadi arang. Saat ini kerugian yang dialami masih dilakukan pendataan.

“Kerugian akibat kebakaran ini masih didata. Namun prakiraan sementara kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah,” katanya.

Hingga kini kasus kebakaran tersebut masih diselidiki oleh Mapolres Bima. bahkan pasca terjadinya kebakaran aparat kepolisian resort setempat telah turun ke lokasi untuk olah TKP. (uki)