Menengok Hijaunya Lapangan Bola di Desa Lanta, Kabupaten Bima

Lapangan bola hijau berkelas Eropa yang ada di Desa Lanta Kecamatan Lambu. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Lapangan bola yang bagus dengan memiliki rumput hijau selama ini hanya bisa dilihat di stadion-stadion bereputasi internasional. Namun, lapangan dengan kualitas rumput semacam itu ternyata juga bisa ditemui di salahsatu Desa di Kabupaten Bima.

Uniknya lagi lapangan bola yang berada Desa Lanta Kecamatan Lambu ini bukan dalam stadion. Lazimnya seperti lapangan bola yang dimiliki klub-klub besar Eropa dan Amerika Latin.

Bahkan, lapangan bola yang sempat heboh karena terawat dan mempunyai rumput hijau tersebut sesekali digunakan oleh warga setempat untuk kegiatan sosial. Salahsatunya, acara pernikahan.

Mantan Kepala Desa Lanta, Syafrin M. Nasir mengaku lapangan bola yang terlihat hijau tersebut adalah alami. Pada saat musim kemarau seperti ini tinggal disiram, maka rumputnya akan akan tumbuh.

“Bagi kami lapangan ini hijau biasa saja. Tapi tampak bagus karena ditata gotong royong oleh masyarakat dalam menghadapi even Lanta Cup,” katanya kepada Suara NTB akhir pekan kemarin.

Baca juga:  Kantongi Dua Tiket PON, Pecatur NTB Catat Sejarah Baru

Diakuinya, tidak anggaran atau biaya yang dikeluarkan selama penataan dan perawatan lapangan tersebut. Hanya semangat gotong royong masyarakat setempat yang menjadikan lapangan itu tampak hijau dan bagus.

“Gotong royong seluruh elemen masyarakat. Ada yang bertugas menyiram. Sesekali dipupuk,” ujarnya.

Syafrin mengaku, pada saat musim penghujan

setiap tahun, rumput di lapangan setempat akan tumbuh dengan sendirinya. Bahkan tingginya mencapai paha hingga perut orang dewasa.

“Tapi untuk musim kemarau seperti ini, hanya disiram dan diberikan pupuk maka akan langsung tumbuh. Rumput alami,” katanya.

Dalam perawatan lapangan lanjutnya, seluruh hewan ternak milik warga seperti kambing, kerbau dan sapi tidak diliarkan. Bahkan diarahkan ke tempat yang jauh  dari lokasi lapangan.

Baca juga:  Gubernur Ingin Pastikan Desa-desa di NTB Ramah Investasi

“Warga juga tumbuh kesadarannya. Menjaga dan merawat bersama lapangan ini agar tetap bagus dan hijau seperti ini,” katanya.

Terkait kondisi lapangan yang hijau dan bagus tersebut, Syafrin mengaku, pernah ditanya oleh warga Desa lain di Kabupaten Bima. Terutama rahasia merawat dan menjaga agar lapangan tetap hijau.

“Saya jawab harus ada kesadaran semua pihak, terutama masyarakat desa. kondisi lapangan bagus seperti ini tidak terlepas peran dan kerjasama semua masyarakat,” katanya.

Tidak hanya itu, Syafrin berharap kedepan lapangan tersebut bisa memberikan inspirasi bagi desa yang lain ataupun Pemerintah, bahwa tidak selamanya membuat lapangan bola yang bagus seperti di luar negeri membutuhkan anggaran yang banyak.

“Cukup modal kebersamaan masyarakat. Diberikan tugas dan tanggungjawab masing-masing sesuai dengan kemampuan yang dimiliki,” pungkasnya. (uki)