“Uma Lengge”, Warisan Leluhur Suku Mbojo

Suasana meriah pembukaan festival Uma Lengge di Desa Maria Kecamatan Wawo, Minggu,  8 September 2019 malam. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB)Uma Lengge merupakan rumah warisan leluhur suku Mbojo. Sejak zaman dahulu sampai sekarang rumah itu digunakan oleh warga Bima untuk menyimpan hasil pertanian seperti padi dan jagung.

Dalam menjaga kelestariannya Karang Taruna Karang Taruna Kecamatan Wawo menggelar Festival Uma Lengge. Kegiatan yang dipusatkan di Desa Maria itu dibuka oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, Minggu,  8 September 2019  malam.

Rencananya kegiatan yang diisi dengan Pekan Budaya yang diisi Pameran karya kesenian khas suku Mbojo ini akan digelar selama 4 hari. Mulai tanggal 8 sampai dengan 11 September 2019.

Ketua Panitia Pelaksana, Mukhlis Azis mengatakan festival Uma Lengge digelar sebagai salahsatu bentuk implementasi pelestarian budaya yang fokus untuk menyajikan dan menghadirkan para pelaku seni dan budaya.

Menurutnya, kegiatan itu juga sekaligus menjadi komitmen kaum muda untuk memperkuat dan memajukan kebudayaan yang tersisa. Mengingat keberadaan Uma Lengge merupakan salah satu cagar budaya yang harus tetap dijaga dan dilestarikan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kita sebagai generasi muda dan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan Uma Lengge,” ujarnya.

Sementara Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, mengatakan Festival Uma Lengge dapat menjadi wahana untuk menumbuhkan semangat dalam upaya menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang hidup serta berkembang dalam kehidupan masyarakat.

“Langkah ini perlu dilakukan agar nilai-nilai budaya positif yang telah diwariskan oleh para leluhur, tidak luntur dan sirna oleh pengaruh budaya luar yang negatif,” ujarnya.

Diakuinya, pengaruh budaya luar bukan berarti menutup diri dari pergaulan global yang dinamis. Melainkan sebagai sikap dan rasa tanggung jawab generasi terdahulu untuk diteruskan kepada generasi masa kini dan masa mendatang.

“Acara ini merupakan salahsatu wujud nyata kepedulian masyarakat dan pemerintah untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya Melayu dalam memperkuat budaya nasional,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya, keberadaan Uma Lengge tidak hanya bermakna untuk menyimpan lumbung atau cadangan padi. Namun memiliki arti yang lebih, sebagai tempat seluruh masyarakat bertemu dan berinteraksi.

“Saya berharap Festival Uma Lengge ini tetap digelar setiap tahunya. Sebab pengaruhnya sangat besar terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (uki)