Gubernur NTB Minta Pacuan Kuda Jadi Agenda Bulanan

Pacuan Kuda di Bima (Suara NTB/uki)

Bima (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE. M.Sc, mengatakan event pacuan kuda dapat menarik dan memajukan sektor pariwisata. Ia berharap event itu digelar tidak hanya tahunan, tapi setiap bulan.

Hal itu disampaikan gubernur saat pembukaan event pacuan kuda tradisional Kapolda NTB Cup 2019 yang berlangsung di Lapangan Pacuan Kuda di Desa Panda, Kabupaten Bima, Sabtu, 6 Juli 2019 yang diselenggarakan dalam rangka Hari Bhayangkara ke 73 dan HUT Kabupaten Bima yang ke 379 tahun.

Ia mengatakan, lomba pacuan kuda yang digelar bertujuan untuk menarik wisatawan dan dapat memajukan sektor pariwisata. Bila perlu dilaksanakan tiap bulan dan diadakan di tiap hari Sabtu dan Minggu.

Baca juga:  Silaturahmi dengan Gubernur, DPRD NTB Siap Wujudkan NTB Gemilang

‘’Selain menarik dan memajukan sektor pariwisata. Dalam arena pacuan kuda seperti ini juga menjadi indikator hidupnya peternakan kita di NTB,’’ katanya.

Menurutnya, lomba pacuan kuda akan mempertemukan kuda-kuda yang tangguh,  sehingga berhasil menyedot peserta maupun penonton. Indikator keberhasilan pacuan kata dia, terlihat dari jumlah kuda yang terdaftar sangat banyak dengan jumlah penonton yang membeludak.

‘’Ke depannya kita harapkan pelaksanaan pacuan kuda jauh lebih baik sehingga bisa menjadi konsumsi para wisatawan yang ingin berlibur ke Kabupaten Bima sekaligus  meningkatkan pariwisata NTB,’’ katanya.

Baca juga:  Gubernur Minta Evakuasi Ratusan Warga NTB di Wamena Dipercepat

Senada dengan gubernur, Bupati Bima,. Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, mengaku event pacuan kuda merupakan agenda wisata budaya tahunan yang digelar di Kabupaten Bima.

‘’Event ini sebagai wahana promosi pariwisata daerah untuk dapat menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara,’’ katanya.

Selain bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, event tersebut juga mempererat tali silaturahmi antara masyarakat. Oleh karena itu, Bupati meminta masyarakat tetap melestarikan tradisi dan olahraga khas Bima tersebut. (uki)