Belum Sebulan Menjabat, Kadis Pol PP Kota Bima Mundur

Kaharuddin (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Belum genap sebulan menjabat pasca dilantik oleh Walikota Bima sebagai Kepala Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Bima, Drs. Kaharuddin, mengajukan pengunduran diri.

Pengunduran diri mantan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskpoerindag) Kota Bima ini resmi diajukan pada 12 Juni 2019, dengan tembusan ke Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Kepala BKPSDM dan Inspektorat.

Kaharuddin mengatakan, pengunduran diri sebagai pimpinan Aparat penegak Perda lantaran sejumlah pertimbangan. Misalnya, masalah pengelolaan keuangan dan aset pada Dinas setempat. “Pengelolaan keuangan dan aset dari tanggal 1 Januari sampai dengan 23 April 2019 merupakan tanggungjawab Kepala Pol PP yang lama,” katanya, Senin,  17 Juni 2019.

Menurutnya, Uang Persediaan (UP) senilai Rp243.400.000 yang telah dibelanjakan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan anggaran tersebut tidak ada dalam DPA tahun 2019. Selain itu dana pajak senilai Rp 16.187.387 tidak disetorkan.

“Persoalan ini ditambah dengan lambannya Majelis TPGR Kota Bima menindaklanjuti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) pembatasan tugas tahun 2019 pada Sat Pol PP,” katanya.

Diakuinya, selama uang senilai Rp243.400.000 tidak masuk ke kas serta pajak senilai Rp16.187.387 tersebut tidak disetorkan, siapapun yang menjadi Kepala Dinas Pol PP tidak akan bisa melaksanakan program kegiatan dalam DPA 2019.

“Bisa dikerjakan terkecuali dengan SPJ fiktif, tapi itu melanggar aturan. Dan saya tidak ingin melakukan, makanya saya memilih mengundurkan diri,” katanya.

Kaharuddin juga memilih mengundurkan diri untuk menghindari adanya kepentingan tertentu yang dapat mempengaruhi profesionalitas dan konsistensi dirinya terhadap peraturan. “Saya juga tidak dalam status kepegawaian, di mata Inspektorat dan BPKP cacat,” katanya.

Ia menegaskan sikap memilih mengundurkan diri tersebut telah dibicarakan bersama dengan pihak keluarga besar. Bahkan sang istri memberikan dukungan untuk pensiun sebelum waktunya. “Soal ini sudah saya langsung komunikasikan ke Walikota. Setelah surat ini didisposisi dan disetujui oleh Walikota saya akan pensiun. Menunggu ini saya akan jadi staf,” pungkasnya. (uki)