Pantai Pasir Putih Doro Tengke Bima, Indahnya Sunrise dan Sunset dalam Satu Spot

Permukaan pantai Doro Tengke yang jernih dilihat dari bukit sekitar pantai. (Suara NTB/ars)

Bima (suarantb.com) – Amat jarang menemukan pemandangan matahari terbit sekaligus matahari terbenam dalam satu tempat. Sunrise dan sunset biasanya ada di belahan pantai berbeda. Di Pantai Doro Tengke Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima ada pantai pasir, dua keindahan sekaligus ini ada dalam satu spot.

Sunset bisa disaksikan mulai Pukul 15.00 Wita menghadap ke bagian barat dari bibir pantai. Sunset menjadi semakin istimewa karena tenggelamnya matahari persis di atas kaldera Gunung Tambora. Jika menggeser posisi, Sunset bisa dilihat tenggelam di antara puncak Tambora dengan anak gunung Tambora.

Sementara sunrise juga memungkinkan di lihat dari sekitar kawasan pantai yang membujur dari Utara ke Selatan itu. Cukup sedikit usaha dengan menapaki bukit yang membatasi pantai pada Pukul 05.00 Wita selama satu jam lebih. Matahari menyembul dari bukit dan pegunungan yang berjejer. Bahkan dari titik berbeda, sunrise terlihat dari puncak Gunung Sangiang Wera, terletak di Bima bagian Timur.

Menurut Sekdes Piong, Syarif Hidayatullah, pemandangan itu jadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara. Setiap akhir pekan atau hari libur selalu ramai, didominasi wisatawan lokal. “Sesekali wisatawan mancanegara menggunakan speedboat singgah, bahkan datang secara khusus menggunakan Kapal Pesiar,” kata Syarif kepada Suara NTB di temui di sekitar pantai.

Keindahan tidak sampai pada pemandangan sunrise dan sunset. Keunggulan utama pantai ini adalah pasir putih yang menentang sepanjang garis pantai. Semakin lengkap desir ombak tipis tipis. Jika dilihat dari posisi agak tinggi, pantai ini begitu jernih. Suara NTB melihat dengan jelas bagaimana terumbu karang dan biota laut lainnya terlihat dari permukaan pantai. Pantai yang tenang menjadi tempat nyaman nelayan menambatkan perahu, sehingga nampak seolah olah perahu sedang melayang. “Kalau untuk wisata snorkeling sangat cocok. Bahkan sudah banyak wisatawan yang sudah merasakan keindahan biota lautnya,” ungkap alumni kampus Universitas Muhammadiyah Mataram ini.

Sayangnya potensi ini belum tergarap maksimal. Spot ini terkesan masih tersembunyi dari hiruk pikuk promosi. Ketenaran pantai hanya dari cerita ke cerita, memantik keinginan warga Bima bahkan Dompu untuk menjadi tempat alternatif liburan.

Tetapi tanda tanda pantai ini akan jadi ikon wisata dapat dirasakan dari minat investor. Kabar dari warga, lahan lahan sekitar pantai bahkan kawasan perbukitan sudah dikuasai secara pribadi untuk kepentingan investasi bidang pariwisata. Aswad, salah seorang warga pemilik bukit seluas 5 hektar mengakui potensi itu. “Di atas bukit ini sangat cocok untuk villa atau bungalow,” katanya sambil menunjuk bukit setinggi 10 sampai 20 meter yang sudah dibelinya dari warga. Persis di bawah bukit, pasir putih membentang, menyatu dengan pantai yang jernih. Semakin melengkapi keindahan view dari atas bukit.
Tidak hanya dia, warga negara asing bahkan sudah menguasai sebagian lahan di sana dalam bentuk kerjasama pengelolaan. “Ada 40 hektar yang sudah dibeli orang asing, kerjasama dengan orang Indonesia,” ujarnya.

Hotel mewah juga akan dibangun di sekitar perbukitan yang berbatasan dengan pantai. Hotel dibangun untuk menunjang rencana pembangunan dermaga internasional di kawasan sama. “Ada mercusuar juga akan dibangun di pinggir bukit,” ungkapnya. (ars)