Syamsuri Firdaus, Sosok Pendiam yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga

Orang tua Syamsuri Firdaus, Abdullah dan Dahlia bersama Bupati Bima (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Qori internasional Indonesia asal Desa Rada Kecamatan Bolo,Kabupaten Bima yang berhasil menjuarai Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat internasional di Istanbul, Turki belum lama ini, Syamsuri Firdaus,  dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tidak terlalu banyak bicara. Bahkan anak sulung dari pasangan Abdullah dan Dahlia yang kini memasuki usia 21 tahun tersebut, menjadi tulang punggung keluarganya. Biaya sekolah ke dua adiknya juga ditanggung Syamsuri Firdaus.

Sosok sederhana Syamsuri Firdaus tersebut diungkap oleh ayahnya, Abdullah Ahmad kepada Suara NTB, usai bertemu dengan Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, Rabu, 29 Mei 2019.

‘’Keseharian Syamsuri tidak terlalu banyak bicara. Orangnya pendiam, tapi tekun belajar,’’ katanya.

Menurut Abdullah, Syamsuri merupakan anak pertama dari tiga orang bersaudara. Selama ini, ia membantu meringankan beban keluarga. Menjadi pulung tunggung keluarga.  Karena ayahnya yang hanya sebagai petani tidak cukup memenuhi kebutuhan sehari- hari.

‘’Sudah ada motor, TV, kulkas dan barang-barang berharga lainnya. Ada yang dari hasil juara MTQ ada juga yang dibeli sendiri,’’ katanya.

Abdullah kemudian mengisahkan perjalanan anaknya itu hingga sampai menjuarai lomba MTQ tingkat internasional di Turki. Kata dia, bakat dan kelebihan Syamsuri mulai  sejak kecil. ‘’Bakatnya mengaji dengan indah sudah dari waktu kecil,’’ katanya.

Baca juga:  ‘’Suara NTB’’ Raih Penghargaan dari Kementerian LHK

Kendati demikian, pada awal awal belajar mengaji, Abdullah mengaku kerap memaksa anaknya itu bahkan sampai menangis agar mau belajar mengaji di TPQ yang ada di kampung. Tetapi setelah ia mengerti secara perlahan hal itu ditinggalkan.

‘’Dulu pas belajar mengaji harus dipaksa paksa, kita antar sampai ke TPQ,’’ katanya.

Menurutnya, karir Syamsuri diawali dengan menjuarai MTQ tingkat Desa Rada kategori anak anak pada tahun 2010. Hingga berlanjut menjuarai MTQ tingkat Kecamatan Bolo tahun 2010 dan tahun 2011.

Memawakil Kecamatan Bolo, Syamsuri mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Bima pada tahun 2011 dan keluar sebagai juara 1. Prestasi Syamsuri berlanjut hingga menjuarai MTQ tingkat Provinsi NTB di Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2012.

“Tahun 2012 juga mewakili NTB mengikuti MTQ tingkat nasional di Ambon. Juga meraih juara 1,” katanya.

Setelah itu, Syamsuri mewakili Indonesia mengikuti MTQ tingkat Asia Tenggara di Singapura tahun 2012 dan berhasil meraih juara 1. Juga saat mengikuti MTQ tingkat nasional mewakili NTB, di Sumatera Utara tahun 2018.

Baca juga:  Gencar Berdayakan Warga, Wagub NTB Raih Top Eksekutif Muslimah 2019

“Meraih juara MTQ di Sumatera Utara sehingga Syamsuri bisa mewakili Indonesia mengikuti MTQ internasional di Turki. Dan Alhmadullillah juara 1,’’ kata ayahnya bangga.

Abdullah mengatakan, dengan torehan prestasi anaknya tersebut, Bupati Bima memberikan apresiasi. Bahkan Gubernur NTB memberikan bantuan berupa uang tabungan kepada Syamsuri dan paket umrah.

‘’Kemarin juga diundang Presiden Jokowi. Alhamdulillah diberikan bantuan juga sebagai bentuk apresiasi,’’ katanya.

Ia mengaku, Syamsuri yang kini tengah menempuh kuliah program beasisawa di Universitas Indonesia (UI) mengambil jurusan Bahasa Arab tersebut berencana akan tiba di Bima pada Minggu (2/6).

‘’Saat ini masih di Jakarta, rencananya Minggu akan pulang ke Bima dan akan dijemput oleh Bupati Bima di bandara,’’ katanya.

Abdullah menyampaikan harapan kepada anaknya tersebut agar tetap rendah hati meski telah mengantongi segudang prestasi. Ayahnya juga berharap, ke Syamsuri Firdaus bisa menularkan bakatnya tersebut kepada generasi penerus lainnya. (uki)