Perketat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Tempatkan Personel di Bandara SMS Bima

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Bima, Dedy dengan Kepala Bandara SMS Bima, I Kadek Yuli Sastrawan menandatangani MoU pengawasan orang asing di kantor Bandara setempat, Senin,  13 Mei 2019. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bima akan menempatkan personel di Bandara Sultan Muhamad Salahuddin (SMS) Bima untuk memperketat Pengawasan Orang Asing (Pora) yang masuk di wilayah Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima.

Penempatan personel ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Bima, Dedy dengan Kepala Kantor Unit Penyelanggara Bandara SMS Bima, I Kadek Yuli Sastrawan, di kantor Bandara setempat, Senin,  13 Mei 2019.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Bima, Dedy mengatakan penempatan personel Imigrasi di Bandara Bima sangat efektif untuk mendeteksi dini keberadaan orang asing yang masuk di wilayah Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima.

“Tujuannya agar data keberadaan orang asing yang memasuki wilayah Bima dan Dompu tercatat atau terdata dengan baik,” katanya.

Menurutnya, dari pendataan tersebut juga akan dijadikan bahan untuk pertukaran informasi dengan sesama anggota tim Pora. Mempermudah pengawasan keberadaan orang asing serta kegiatannya di wilayah Bima dan Dompu.

“Langkah ini sebagai bentuk penguatan fungsi tim Pora dalam mengawasi orang asing di Bima dan Dompu,” katanya.

Dedy menjelaskan, kerjasama dengan Bandara SMS yang merupakan pintu masuk utama wilayah Bima dan Dompu tersebut sangat penting dilakukan menyusul semakin meningkatnya aktivitas orang asing di wilayah Kota Bima, Dompu dan Kabupaten Bima.

“Meningkatnya aktivitas orang asing ini perlu dideteksi keberadaannya. Melakukan pengawasan sejak tiba di Bima melalui Bandara,” katanya.

Ia menambahkan, perjanjian kerjasama dengan pihak Bandara tersebut juga diharapkan akan terus ditingkatkan untuk masa mendatang dalam wadah tim Pora udara Bandara SMS Bima.

“Kerjasama dengan Bandara ini merupakan pertama kali dilaksanakan meski Bandara SMS belum berstatus bandara internasional,” pungkansya. (uki)