Tabung Elpiji Meledak, Puluhan Rumah di Bima Hangus

Aparat TNI, warga dan petugas BPBD membersihkan puing siang kebakaran yang melanda Desa Renda Kecamatan Belo, Selasa,  19 Februari 2019 pagi. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Kebakaran hebat melanda pemukiman padat penduduk di Dusun Co’o Dompo Desa Renda Kecamatan Belo pada Senin, 18 Februari malam sekitar pukul 22.30 wita. Mengakibatkan puluhan unit rumah hangus terbakar dilahap si jago merah.

Menurut warga setempat, Suhendi, kobaran api bersumber dari rumah, Agus (38 tahun) warga RT 13 Dusun Co’o Dompo yang diduga akibat ledakan gas Elpiji ukuran 3 kilogram bantuan Pemerintah beberapa waktu lalu.

“Ledakannya menyambar rumah warga sekitar. Dengan cepat api menjalar ke bangunan lain dan menghanguskan puluhan rumah warga,” katanya kepada Suara NTB.

Diakuinya, kobaran api dapat dipadamkan dua jam kemudian. Setelah dikerahkan beberapa unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. “Warga bersama TNI/Polri juga membantu memadamkan api dengan cara melempar tanah basah,” katanya.

Suhendi tidak mengetahui secara pasti jumlah rumah warga yang terbakar. Akan tetapi Ia memprakirakan jumlah rumah yang terbakar melebihi 30 unit dan kerugian materil ditaksirkan mencapai ratusan juta rupiah.

“Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Sejak musibah kebakaran, korban hingga saat ini masih mengungsi di rumah tetangga dan keluarga,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Taufik Rusdy ST, mengaku penyebab kebakaran di Desa Renda masih diindentivikasi oleh pihak Polres Bima. “Tapi berdasarkan informasi, penyebab kebakaran karena hubungan arus pendek listrik dan meledaknya tabung gas Elpiji. Tapi kita tunggu hasil indentifikasi tim Inavis Polres Bima,” katanya.

Diakuinya, berdasarkan hasil pendataan sementara, rumah warga yang terbakar tercatat sebanyak 44 unit rumah panggung 12 tiangh. Diantaranya rusak berat ada sebanyak 24 unit dan 20 unit mengalami rusak ringan. “Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Sementara kerugian secara material diprakirakan mencapai Rp1 miliar,” katanya.

Taufik mengaku kendala ataupun kesulitan pihaknya dalam memadamkan kobaran api, lantaran gang yang sempit serta pemukiman padat penduduk, sehingga menghambat jalur masuk mobil Damkar. “Namun api dapat dipadamkan dua jam kemudian, pemadaman juga dibantu oleh aparat TNI/Polri dan warga setempat,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya sudah menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada korban kebakarasn. Seperti selimut, obat-obatan, makanan siap saji serta kebutuhan logistik lainnya. “Kita bersama anggota TNI dan warga juga sejak pagi masih membersihkan puing-puing sisa kebakaran tadi malam,” pungkasnya. (uki)