Penunjukan Sekda Jadi Plt. Kepala Dinas Dikbudpora Bima Menuai Kritik

Sekda Bima,  H.  Taufik HAK (Suara NTB/dok)

Bima (Suara NTB) – Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menunjuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, Drs. H. Taufik HAK, M.Si, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora). Hal ini menuai kritik dari kalangan akademisi.

Akademisi Bima, Aidin, M.Si menilai, penunjukkan Sekda sebagai Plt Kepala Dikbudpora tersebut menunjukkan SDM ruang lingkup Pemerintah Kabupaten belum memadai. “Eloknya yang diangkat adalah pejabat lain bukan Sekda. Tapi kalau tidak ada pejabat yang memiliki SDM pilihannya ya Sekda,” katanya.

Kendati demikian, Aidin berharap Pemkab Bima secepatnya melakukan lelang jabatan. Tim lelang jabatan tersebut tidak hanya melibatkan Baperjakat tapi juga para akademisi untuk menguji integritas dan kapasitas pejabat yang akan menempati Kepala OPD. “Saya kira ini yang perlu dilakukan kedepan. Biar penunjukkan Kepala OPD tidak dianggap politis dan asal-asalan,” pungkasnya.

Penunjukan Plt.

Sekda yang merupakan orang pertama di birokrasi ruang lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, tersebut berdasarkan Surat Perintah, Bupati Bima nomor 824/07.2/2019 tertanggal 4 Januari 2019 hingga diangkatnya pejabat definitif.

Sejak ditinggalkan Drs. H. Supratman AS. M.Si yang purna tugas pada Tahun 2017 lalu, jabatan tersebut hanya diisi Plt, tidak diisi pejabat definitif. Terakhir, yang menjabat Plt, yakni Makruf, SE yang juga Asisten III Setda Kabupaten Bima.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Latihan (BKD dan Diklat) Kabupaten Bima, Drs. Syahrul dikonfirmasi Suara NTB, mengakui ditunjuknya Sekda sebagai Plt. Kepala Dikbudpora. “Memang demikian,” katanya, Senin,  14 Januari 2019.

Sayangnya, Syahrul enggan mengomentari lebih lanjut penunjukkan Sekda sebagai Plt. Kepala Dikbudpora oleh Bupati tersebut. Mengingat hal itu merupakan kebijakan dan wewenang Kepala Daerah. “No comment ya. Tapi kemungkinan pertimbangannya supaya OPD itu tidak lowong,” ujarnya. (uki)