Rusa Hasil Buruan di Pulau Komodo Dimusnahkan

Jajaran Sat Reskrim Polres Bima Kota memusnahkan sembilan ekor rusa yang diduga hasil buruan di pulau Komodo NTT, dengan cara menanam di halaman belakang Mapolres setempat, Minggu, 30 Desember 2018. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Jajaran Sat Reskrim Polres Bima Kota, memusnahkan sembilan ekor rusa yang diduga hasil buruan di pulau Komodo NTT, Minggu, 30 Desember 2018. Pemusnahan dilakukan dengan cara ditanam di halaman belakang Mapolres setempat.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu Akmal Novian Reza S.Ik mengaku, sembilan rusa yang dimusnahkan tersebut merupakan barang bukti (BB) hasil sitaan aparat gabungan Koramil Sape dan Polsek Sape, di sekitar perairan Sape, Sabtu, 29 Desember 2018.

“Rusa yang sudah terpotong-potong ini tengah dibongkar muat dari boat ke mobil pick up di sekitar pantai So Toro Wamba Desa Poja Kecamatan Sape,” kata Akmal.

Dari penyitaan tersebut lanjutnya diamankan juga inisial Nrd, seorang warga Desa Mangge Kecamatan Lambu. Oknum Nrd diketahui pemilik mobil pick up yang digunakan mengangkut rusa tersebut. “Sedianya rusa yang sudah dipotong-potong ini akan dijual di wilayah Bima,” katanya.

Selain sembilan rusa serta Nrd, Akmal mengaku pihaknya juga mengamankan BB lainnya. Yakni dua pucuk senjata laras panjang lengkap dengan delapan butir amunisi. Serta satu unit kapal boat yang digunakan memuat potongan rusa.

“Rusa yang ada di Pulau Komodo ini diburu menggunakan senjata laras panjang. Setelah itu dibawa ke Bima melalui jalur laut,” katanya.

Akmal menegaskan, oknum Nrd yang diamankan tersebut, terancam dikenakan pasal 40 ayat 2 juncto pasal 21 ayat 2 UU Nomor 5 tahun 1990, tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. “Paling lama hukuman penjara lima tahun dan denda sebesar Rp100 juta,” pungkasnya. (uki)