Dikunjungi Gubernur, Warga Bima Berharap Infrastruktur Pertanian

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat menyapa warga Sape, Lambu, Kabupaten Bima, Minggu, 21 Oktober 2018. (Suara NTB/Humas Prov NTB)

Bima (Suara NTB) – Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc menggelar kunjungan kerja (Kunker) perdana di Kabupaten Bima sejak dilantik sebagai Gubernur NTB sebulan lalu. Tujuannya untuk menjaring aspirasi sekaligus silahturami dengan warga.

Kunker orang pertama di Pemprov NTB itu berlangsung di kantor Camat Sape, Minggu, 21 Oktober 2018. Ia didampingi Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan. M. Noer M.Pd bertatap muka dengan Camat Sape, Lambu, Wawo, Wera dan Ambalawi, para Kepala Desa di lima wilayah Kecamatan tersebut Kepala Sekolah SMA/SMK serta ratusan warga.

Pada pertemuan itu, Camat dan Kepala Desa lebih menyuarakan aspirasi yang berkaitan dengan infrastruktur jalan, infrastruktur sekolah hingga sarana penunjang sektor pertanian. Seperti yang disampaikan Kepala Desa Rasabou, Sape, Arifin H. M. Yusuf.

Arifin berharap Gubernur bisa membangun sarana atau fasilitas pendukung sektor pertanian dan perikanan. Karena menurutnya sebagian besar masyarakat setempat banyak bergantung pada dua sektor itu.

Ia berpendapat, dengan adanya sarana dan prasanana itu mampu mengurangi berbagai persoalan dan permasalah yang selama ini dirasakan oleh sebagian warga di wilayah bagian timur Kabupaten Bima tersebut. “Mudah-mudah usulan ini dapat diterima dan direalisasikan,” harapnya.

Sementara, Gubernur yang akrab disapa Dr. Zul itu mengaku akan menampung aspirasi tersebut. Silaturahmi yang dilakukannya untuk menjaring aspirasi masyarakat. Sehingga, seluruh kebijakan yang nanti diambil benar benar berbasis kebutuhan masyarakat.

“Selama kepemimpinan saya akan terus menggelar silaturahmi dan dialog dengan masyarakat yang ada di pelosok pelosok desa,” katanya.

Kehadiran di tengah masyarakat, lanjutnya untuk menjaring aspirasi dan persoalan yang diinginkan masyarakat. Sekaligus memastikan seluruh pembangunan di tingkat desa berjalan lancar dan sukses. “Pemimpin itu harus punya kerelaan untuk menemui dan mendengar masyarakat,” pungkasnya. (uki)