Jembatan Putus, Warga Bima Angkat Motor Seberangi Sungai

Bima (Suara NTB) – Para pengendara roda dua dan roda empat yang melewati jalan lintas Simpasasi-Tolotangga Kecamatan Monta diuji kesabarannya untuk mengantre. Mereka juga harus hati-hati dari resiko tergelincir arus sungai.

Pasalnya, jembatan yang menjadi akses utama warga yang berada di sebelah selatan Desa Sampasai tersebut, kondisinya sudah terputus, akibat tergerus banjir pada Bulan Januari dan Februari 2018 kemarin.

Selain menjadi akses utama bagi warga yang menghubungkan desa-desa di Kecamatan Langgudu bagian selatan, jembatan sepanjang 8 meter tersebut juga menjadi akses ekonomi warga.

Kondisi tersebut membuat warga yang melintas kecewa terhadap kinerja Pemerintah. Pasalnya hingga saat ini belum kunjung diperbaiki. Padahal jembatan itu merupakan obyek vital warga dan ekonomi.

Maman, salahseorang warga desa Sondo Kecamatan Monta mengatakan meski ada jalan alternatif lain untuk melintas. Namun kebanyakan warga memilih nekat melintas meski menyebrang sungai dengan kondisi yang penuh tantangan.

“Jalur jalan alternatif lain jarak tempuhnya sangat jauh, makanya warga nekat untuk menyeberang,” katanya kepada Suara NTB.

Menurutnya, jembatan tersebut sempat dibangun jalan alternatif, menggunakan balok kayu. Hanya saja, jalan setapak yang dibangun secara gotong royong tersebut, tidak lama bertahan, akibat kembali diterjang banjir. “Sejak saat itu sampai sekarang hanya dibiarkan begini saja,” katanya.

Oleh karena itu, Ia berharap kepada Pemerintah atau OPD teknis terkait untuk memperbaiki jembatan itu secepatnya. Pasalnya jembatan tersebut merupakan akses atau obyek vital yang sangat dibutuhkan warga.

“Terputusnya jembatan ini mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh total. Mobil mengantre lama, motor-motor harus diangkat untuk menyeberang sungai dan berimbas macetnya perekomian,” harapnya.

Sementara Camat Monta, Muhtar S.Sos dimintai konfirmasi mengaku jembatan yang rusak tersebut sudah dilaporkan kepadap Pemerintah dan Dinas teknis terkait sejak putus akibat banjir lalu. Hanya saja hingga kini tidak ada tindaklanjut.

“Sudah kami laporkan, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Kami berharap jembatan ini segera diperbaiki,” pungkasnya. (uki)