Penyeberangan Sape-Sumba Berlakukan Sistem Buka Tutup

Bima (Suara NTB) – Lalu lintas Penyeberangan dari Pelabuhan Sape Kabupaten Bima, yang menuju Pelabuhan Wai Kelo, Sumba, Provinsi NTT akan diberlakukan buka tutup hingga sampai penghujung Bulan Januari mendatang.

“Pemberlakuan sistem ini lantaran prakiraan kondisi cuaca buruk,” kata Manajer Usaha Pelabuhan Sape, M. Firdaus, akhir pekan kemarin. Bahkan lanjutnya, mulai tanggal 20 hingga 28 Januari mendatang, dipastikan tidak ada jadwal Penyeberangan menuju ke Sumba. Kalaupun ada, kata dia, hanya satu kali saja dalam rentang waktu tersebut.

“Pemberlakuan ini karena kondisi cuaca. Ini berlaku Penyeberangan dari Sape ke Sumba,” katanya.

Menurutnya, pada akhir tahun kemarin, pihaknya juga sempat melakukan penundaan Penyeberangan ke Sumba. Sehingga sampai saat ini masih ada beberapa kendaraan terutama truk barang yang menumpuk.

Lebih jauh Firdaus membandingkan dengan pelabuhan Penyeberangan di cabang lainya di Indonesia. Bahwa truk yang memuat barang yang dimuat oleh kapal Penyeberangan tetap stabil. “Truk barang yang menumpuk seperti yang dilihat ini, yang ditunda keberangkatan akhir Desember 2017 lalu juga akibat cuaca,” katanya.

Lagipula, jumlah kendaraan baik motor dan mobil yang menyebrang pada akhir tahun 2017. Baik yang dari Sape menuju Labuan Bajo maupun Wai Kelo sudah sangat menurun, jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Karena menurutnya selama ini, kendaraan yang dimuat terutama mobil biasanya antara 12 hingga sampai 16 unit. Namun sekarang sekarang dibawah 10 unit. Baik Penyeberangan ke Labuhan Bajo maupun ke Sumba. “Sudah sangat agak menurun jika dibanding tahun lalu,” pungkasnya. (uki)