Buruh Tani di Bima Idap Penyakit Kulit Aneh

Bima (Suara NTB) – Penyakit kulit aneh diderita Yasin Umar, warga Desa Runggu Kecamatan Belo. Hampir sebagian tubuh pria berusia 55 tahun itu dipenuhi benjolan yang diduga berisi gumpalan daging.

Penyakit kulit yang diderita lelaki yang berprofesi sebagai buruh tani itu, sejak masih berusia belia. Diawali dengan bintik-bintik kecil dari wajah kemudian membesar menjadi benjolan hingga merambat ke seluruh bagian tubuh.

“Sekitar umur tiga tahun mulai sakitnya. Tiba-tiba kecil kemudian makin membesar,” katanya kepada Suara NTB, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, sejak menderita penyakit itu, sampai saat ini. Yasin mengaku belum pernah diperiksa atau berobat ke pihak medis akibat keterbatasan biaya. Lagipula Ia hanya menumpang di rumah keluarganya.

“Belum pernah berobat. Ingin sekali diperiksa atau dibawa ke rumah sakit, tapi tidak ada biaya,” ujarnya.

Yasin mengaku pasrah dan berbesar hati menerima kondisinya tersebut. Disisa usia senjanya, Ia hanya mengisi waktu untuk beristirahat dan beribadah. Pergi ke masjid, serta membantu keluarga dan warga lain sesuai kemampuan.

“Saya meyakini sakit ini merupakan ujian dari sang pencipta,” katanya.

Kerabat Yasin, M. Arif mengaku, sebelumnya Yasin sempat menjadi buruh tani serta bekerja apa saja untuk mencukupi kebutuhan sehari. Tapi belakangan ini, mulai merasakan sakit-sakitan dan tenaganya semakin terkuras.

“Kemungkinan pengaruh sakit dan usianya yang semakin tua. Kini hanya di rumah saja, kami menyuruhnya untuk istirahat,” katanya.

Arif mengaku ingin sekali membawa Yasin untuk berobat ke Rumah sakit. Hanya saja kendala utamanya tidak ada biaya. Hasil usaha tani yang menjadi profesi, hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami hanya berharap besar kepada pemerintah atau dinas terkait untuk melihat langsung kondisi Yasin. Serta belas kasih dari warga,” pungkasnya. (uki)